Setelah Deklarasi Capres, Abraham Samad Bertemu Parpol Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad mengangkat badik sebagai simbol keberanian saat deklarasi calon presiden di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Mei 2018. Relawan AS (Abraham Samad) mendeklarasikan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019.  TEMPO/Iqbal Lubis

    Abraham Samad mengangkat badik sebagai simbol keberanian saat deklarasi calon presiden di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Mei 2018. Relawan AS (Abraham Samad) mendeklarasikan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, akan bertemu dengan salah satu partai politik di Jakarta pada Kamis, 24 Mei 2018. Ia mengaku telah berkomunikasi intensif dengan sejumlah partai setelah mendeklarasikan diri siap maju sebagai calon presiden pada pemilihan umum 2019.

    "Saya terus membuka komunikasi politik dengan beberapa partai politik. Insya Allah, Kamis nanti akan bertemu ketua umum parpol beserta jajaran pengurus intinya," kata Abraham dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 22 Mei 2018.

    Baca: Deklarasi Capres, Abraham Samad Akan Komunikasi dengan Parpol

    Abraham masih enggan menyebut nama parpol yang akan mengajaknya bertemu. Ia hanya mengatakan selama ini menjalin komunikasi dengan partai politik koalisi pemerintah dan non-koalisi.

    Sebelumnya, Abraham Samad mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden untuk pemilu 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, pada 4 Mei 2018. Setelah itu, ia kembali mendeklarasikan diri siap maju capres di Makassar pada 7 Mei 2018. Relawan Abraham hadir di dua deklarasi itu.

    "Berkali-kali saya nyatakan bahwa saya sudah amat siap mewakafkan diri saya untuk bangsa dan negara ini," kata Abraham.

    Baca: Abraham Samad Siap Maju di Pilpres 2019, Tapi Tak Banyak Uang

    Abraham mengakui kendala yang ia hadapi dalam pencalonan dirinya adalah finansial. Selain itu, dia bukan anggota partai tertentu. Meski demikian, ia percaya diri, dengan kemampuannya, dia bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari jeratan korupsi.

    "Saya punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain yang ingin maju dalam kontestasi politik 2019, yaitu saya pernah menjadi Ketua KPK," kata Abraham Samad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.