KPK Periksa 22 Saksi Kasus Suap 38 Anggota DPRD Sumut

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa 22 saksi untuk 38 tersangka kasus suap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut). KPK rencananya akan melakukan pemeriksaan di kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara.

    "Unsur saksi dari anggota dan sekretariat DPRD, staf khusus, pejabat dan PNS Pemprov," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah lewat keterangan tertulisnya, Selasa 22 Mei 2018. Febri mengatakan KPK telah memeriksa 150 saksi untuk kasus ini selama proses penyidikan.

    Baca: 10 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap ke KPK

    KPK menyatakan kasus korupsi berjemaah yang melibatkan 38 anggota dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara ini merupakan penyalahgunaan wewenang sebagai anggota DPRD. Mereka menerima atau memberi hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

    Penyalahgunaan wewenang tersebut diduga terjadi saat pengesahan Laporan Pertanggungjawaban Pemerintahan Sumatera Utara tahun 2013-2014, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013-2014, pengesahan APBD 2014-2015, dan penolakan hak interpelasi anggota DPRD pada 2014.

    Para tersangka menerima imbalan Rp 300-350 juta dari Gatot. "Untuk barang bukti, ada keterangan saksi, lalu surat dan berkas elektronik," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

    Baca: KPK Cekal 38 Anggota DPRD Sumut ke Luar Negeri

    Adapun 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara yang menjadi tersangka baru dalam kasus suap Gatot antara lain Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, dan M. Yusuf Siregar.

    Selanjutnya, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembiring.

    Berikutnya, anggota DPRD Sumut yang juga jadi tersangka adalah Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, serta Tahan Manahan Panggabean.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.