Novel Baswedan Kembali Memeriksakan Matanya ke Singapura

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media seusai membacakan laporan pertanggungjawaban dalam musyawarah umum anggota Wadah Pegawai KPK, di gedung KPK, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media seusai membacakan laporan pertanggungjawaban dalam musyawarah umum anggota Wadah Pegawai KPK, di gedung KPK, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali memeriksakan matanya ke Singapura, Senin, 21 Mei 2018.  “Novel melihat perkembangan mata kirinya setelah operasi dan kondisi mata kanannya,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, lewat keterangan tertulis.

    Mata Novel Baswedan hampir buta karena disiram air keras orang tak dikenal pada 11 April 2017. Novel diserang seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Sejak itu, Novel harus menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura.

    Baca: Kasus Novel Baswedan, Moeldoko: Desak Polri, Jangan Presiden

    Febri menuturkan kondisi mata kiri Novel membaik dan darah di belakang lensa mata sudah mulai berkurang. Penglihatan mata kiri bagian atas Novel, kata Febri, sudah mulai berfungsi meskipun lebar pandangannya masih sempit.

    Pandangan mata kiri Novel juga masih berbayang dan lebih gelap dibanding mata kanannya. Dari penjelasan dokter di Singapura, pandangan mata kiri Novel lebih gelap karena masalah syaraf yang lemah. “Dokter perlu melihat perkembangannya ke depan,” ujar Febri.

    Novel, Febri melanjutkan, perlu menjaga tekanan bola mata kiri agar tidak memperburuk syaraf yang lemah tersebut. Untuk masalah itu, kata dia, akan ditindaklanjuti dokter ahli glaukoma. Dokter bakal memeriksa mata Novel, Selasa, 22 Mei 2018. Kondisi lensa mata Novel juga akan diperiksa.

    Simak: Novel Baswedan Letakkan Jabatan Ketua Wadah Pegawai KPK

    Adapun untuk mata kanan Novel, Febri menambahkan, terjadi pertumbuhan pembuluh darah pada lensanya. “Respons dokter masih sama dengan sebelumnya bahwa nothing to do dengan mata kanan selain menjaga kondisi agar tidak menurun,” ucapnya.

    Menurut Febri, jika kondisi mata kanan Novel Baswedan memburuk, dokter akan melakukan operasi. Dokter menyarankan Novel beristirahat hingga 28 Juni 2018. “Novel belum bisa mulai bekerja karena menurut dokter masih belum fit,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.