20 Tahun Reformasi, LBH Jakarta: Waspadai Bangkitnya Watak Orba

Reporter

Ribuan mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR saat unjuk rasa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, Mei 1998. Selain menuntut diturunkannya Soeharto dari Presiden, Mahasiswa juga menuntut turunkan harga sembako, dan cabut dwifungsi ABRI. TEMPO/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif LBH Jakarta Alghifari Aqsa mengatakan 20 tahun reformasi dibayangi bangkitnya trah Soeharto. Bahkan bukan hanya kebangkitan trah presiden kedua itu, melainkan juga watak Orde Baru atau Orba-nya yang militeristik, otoritarian, dan antidemokrasi. "Watak ini bisa dimiliki oleh siapa pun walaupun bukan keluarga atau kroni Soeharto," kata Alghifari menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyatakan bahwa Presiden Soeharto pemimpin paling berhasil memimpin Indonesia, Senin, 21 Mei 2018.

Tidak heran, ujar Alghifari, jika hasil survei menunjukkan Soeharto sebagai pemimpin paling berhasil dalam memimpin Indonesia. Sebab, Orba berhasil meng-hegemoni rakyat Indonesia selama puluhan tahun. 

Baca: Survei: Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling...

Sebagai pemimpin paling berhasil, Soeharto dipilih oleh 32,9 persen responden, lalu disusul  Sukarno yang dipilih 21,3 persen responden, dan Joko Widodo dipilih 17,8 persen. Kesimpulan itu didapat dari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terhadap 1.200 responden di 34 provinsi Indonesia pada 15-22 April 2018 dengan metode pemilihan sampel acak berjenjang (multistage random sampling).

Posisi selanjutnya ditempati Susilo Bambang Yudhoyono dengan 11,6 persen responden dan B.J. Habibie dengan 3,5 persen. Sedangkan posisi keenam presiden yang paling berhasil adalah Abdurrahman Wahid dengan 1,7 persen dan terakhir Megawati Sukarnoputri dengan 0,6 persen.

Baca: Soeharto Dinilai Paling Berhasil, LBH Jakarta...

Penyebab lain Soeharto dianggap paling berhasil, kata Alghifari, adalah oligarki yang selama ini mengabdi kepada Soeharto masih menempati posisi strategis, sehingga bisa mempengaruhi masyarakat Indonesia. Hegemoni yang kuat, kata dia, membuat masyarakat lupa kejamnya Orba.

Padahal, kata dia, rezim Orba dimulai dengan dibunuhnya jutaan orang. Bahkan diisi dengan banyak pembunuhan dan pelanggaran, serta diakhiri dengan pelanggaran hak asasi manusia seperti kerusuhan Mei 1998 dan penghilangan paksa. "Survei ini menjadi tamparan bagi elite politik masa kini."

Baca: 20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim Kunjungi BJ...

Menurut dia, masyarakat mewaspadai kebangkitan Orba. Sebab, Alghifari melihat munculnya narasi yang menceritakan bagusnya kepemimpinan Orba. Juga karena adanya partai keluarga Soeharto.

Alghifari melihat, hingga 20 tahun reformasi ini, kroni Soeharto masih menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Ditambah munculnya kebijakan-kebijakan antidemokrasi dan hak asasi manusia. "Militer pun mengabaikan amanat reformasi untuk menghapus dwifungsi ABRI (Angkat Bersenjata Republik Indonesia)."






Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

1 hari lalu

Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

Presiden Joko Widodo terus mendorong percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap level pemerintahan.


5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

3 hari lalu

5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

G30S menjadi salah satu peristiwa kelam perjalanan bangsa ini. Berikut situasi-situasi menjadi penyebab peristiwa itu, termasuk dampak setelah G30S.


Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

4 hari lalu

Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

Seorang pria yang mengaku target pembunuhan misterius atau Petrus di era Soeharto mengkritik terbitnya Kepres Nomor 17 tahun 2022.


Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

4 hari lalu

Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim kenaikan harga beras hanya sebesar 0,9 persen selama 100 hari masa kerjanya.


Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

4 hari lalu

Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

Menurut Riza Patria, BJ Habibie berhasil mengubah paradigma umat Islam dan menghilangkan kerenggangan antara pemerintah dan umat Islam


Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

6 hari lalu

Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

Bambang Widjojanto ingat betul Adnan Buyung Nasution yang memberinya jalan di LBH dan YLBHI kemudian. Begini kesannya terhadap pendekar hukum itu.


7 Tahun Pendekar Hukum Adnan Buyung Nasution Berpulang, Kisah Mendirikan LBH dan YLBHI

6 hari lalu

7 Tahun Pendekar Hukum Adnan Buyung Nasution Berpulang, Kisah Mendirikan LBH dan YLBHI

Adnan Buyung Nasution sudah 7 tahun berpulang. Pemikiran pendiri LBH dan YLBHI, advokat sekaligus aktivis HAM ini terus bergaung hingga saat ini.


Sinyal Reformasi Berhenti di TNI

10 hari lalu

Sinyal Reformasi Berhenti di TNI

Ancaman terhadap anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menambah bukti bahwa reformasi TNI masih jalan di tempat.


Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Sering Menjadi Titik Utama Aksi Unjuk Rasa

15 hari lalu

Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Sering Menjadi Titik Utama Aksi Unjuk Rasa

Patung Kuda Arjuna Wiwaha sering dijadikan titik Kumpul aksi unjuk rasa. Begini kisah patung kuda yang dibangun di era Soeharto.


Kilas Balik Tragedi Kerusuhan dan Penembakan di Tanjung Priok di September Tahun 1984

16 hari lalu

Kilas Balik Tragedi Kerusuhan dan Penembakan di Tanjung Priok di September Tahun 1984

Abdul Qadir Djaelani, seorang ulama sekaligus tokoh masyarakat Tanjung Priok, disebut-sebut kerap menyampaikan ceramah yang dianggap provokatif