Gunung Merapi Alami Letusan Freatik Lagi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erupsi Gunung Merapi yang diperoleh dari media sosial, 11 Mei 2018. Gunung Merapi yang menyemburkan material vulkanis setinggi 5.500 meter. Shopan Pangestu/via REUTERS

    Erupsi Gunung Merapi yang diperoleh dari media sosial, 11 Mei 2018. Gunung Merapi yang menyemburkan material vulkanis setinggi 5.500 meter. Shopan Pangestu/via REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi mengalami letusan freatik lagi pada Senin dinihari, 20 Mei 2018. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta lewat akun Twitter-nya secara resmi menyatakan telah terjadi letusan freatik kecil pada pukul 01.25 WIB.

    "Telah terjadi letusan freatik kecil atau embusan pada 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter teramati dari Pos Babadan," tulis akun Twitter resmi BPPTKG.

    BPPTKG mengkonfirmasi, letusan kecil tersebut mengakibatkan munculnya hujan abu, khususnya di wilayah barat Gunung Merapi. Amplitudo seismik terukur 20 mm, sehingga status Merapi masih normal.

    Menurut BPPTKG, letusan freatik yang terjadi kali ini lebih kecil ketimbang yang terjadi pada 11 Mei 2018. "Warga Merapi dimohon tetap tenang," tulis akun Twitter itu.

    Baca: Letusan Freatik Gunung Merapi Berjenis Ultra Vulkanian, Artinya?

    Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan mengatakan hampir tidak ada warga di lereng Gunung Merapi yang merasakan letusan freatik itu.

    "Sempat hujan abu tipis di lereng selatan Gunung Merapi sisi barat. Sekarang sudah tidak ada hujan abu lagi," ucap Pristiawan.

    Karena kondisi letusan jauh lebih kecil dan dinilai aman, menurut Pristiawan, TRC BPBD DIY tidak mengevakuasi warga, seperti yang terjadi saat letusan freatik pada 11 Mei lalu.

    "Kondisi aman terkendali. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap kami imbau menggunakan masker untuk mengantisipasi hujan abu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.