Nyanyian Bagi Orang Dengan Masalah Kejiwaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triana Rahmawati, salah satu penerima penghargaan Satu Indonesia Award 2017. (Foto: Dok. Astra)

    Triana Rahmawati, salah satu penerima penghargaan Satu Indonesia Award 2017. (Foto: Dok. Astra)

    Berhubungan dengan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (OMDK) tentu tidaklah sesederhana ketika bergaul dengan mereka yang berada dalam kondisi tidak bermasalah. Menghadapi amukan para OMDK hingga harus berlari karena dikejar tanpa sebab adalah beberapa pengalaman yang pernah dialami oleh Triana Rahmawati, penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia awards 2017.

    Triana sebenernya tidak berlatar belakang pendidikan kedokteran maupun psikologi. Jauh dari bidang yang berkaitan dengan OMDK, Triana adalah salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Negeri Surakarta dari Jurusan Sosiologi. Namun demikian, kepeduliannya terhadap kondisi para OMDK yang seringkali terkucilkan mengarahkannya untuk lebih jauh lagi memberikan sumbangsih nyata pada keberadaan OMDK. Bekerjasama dengan Griya Palang Merah indonesia (PMI) Kota Solo, ia pun mendirikan Griya Schizofren yang berfilosofi Social, Humanity, dan Friendly.

    Sebagai mahasiswi yang mendalami disiplin ilmu Sosiologi, tentu Triana memiliki pendekatan yang berbeda dengan dunia kedokteran maupun psikologi dalam melayani OMDK. Triana dan beberapa teman kuliahnya memulai niat mulia mereka dengan pendekatan sebagai sahabat bagi para OMDK. Alih-alih menerapkan metode klinis dengan berbagai teori yang bersifat psikologis, Triana dalam Griya Schizofren justru menerapkan nyanyian untuk memulai pendekatan mereka pada OMDK. Lagu-lagu sederhana seperti Balonku, Pelangi, dan Kasih Ibu menjadi beberapa pilihan yang dinyanyikan. Kegiatan ini dipilih oleh Triana karena menurutnya paling mudah untuk menghibur para OMDK.

    Tidak berhenti pada nyanyian-nyanyian semata, usaha awal yang sederhana untuk dilakukan ini berkembang hingga obrolan, curhat, bahkan beribadah bersama para OMDK. Tak disangka, kegiatan positif ini pun terus berkembang dan menjadi sebuah pendekatan yang tergolong baru dan unik bagi para OMDK, bahkan menarik perhatian dunia internasional. Pendekatan sosiologi yang dilakukan Triana Rahmawati ternyata mampu membuka kedekatan dengan para OMDK dan memberi mereka tempat tanpa harus mengucilkan keberadaan mereka di tengah masyarakat.

    Untuk kisah Triana selengkapnya dan informasi tentang SATU Indonesia Awards 2018, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.