Kritik Presiden PKS dan Fahri Hamzah Soal 200 Mubaligh Kemenag

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Presiden PKS Sohibul Iman berorasi saat menggelar Aksi Bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, 10 Desember 2017. Ribuan orang turut hadir dalam aksi yang mengecam kebijakaan Amerika yang dinilai semena-mena terhadap Palestina. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Mohamad Sohibul Iman meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan ke publik terkait dengan dirilisnya daftar 200 mubaligh Kemenag.

Kang Lukman Saifuddin (Menteri Agama) wajib menjelaskan detail maksud daftar 200 dai yang recommended,” kata Sohibul melalui akun Twitter-nya @msi_sohibuliman, pada Ahad, 20 Mei 2018.

Langkah pemerintah membuat daftar 200 mubalig Kemenag itu, kata Sohibul, justru membuat segregasi atau pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa berdasarkan status rekomendasi tersebut.

Baca juga: Ketua Pemuda Muhammadiyah Minta Dicoret dari 200 Mubalig Kemenag

Sohibul menilai kebijakan Kemenag malah bakal memunculkan masalah baru yang lebih besar. “Kemenang kalah sama Pegadaian. Mau selesaikan masalah justru munculkan masalah baru lebih besar,” tulisnya.

Sohibul Iman mengatakan masyarakat dikhawatirkan malah memilih nama-nama penceramah yang tak masuk 200 mubalig Kemenag tersebut. “Jangan-jangan jamaah malah nyari dai-dai yang non rekomendasi (pemerintah),” ucapnya.

Kritik soal daftar 200 mubalig Kemenag juga dilontarkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. "Itu bukan pekerjaan pemerintah," ujar dia di Jakarta Selatan, Ahad, 20 Mei.

Menurut Fahri, membuat standardisasi terhadap penceramah tersebut merupakan kewenangan Majelis Ulama Indonesia atau organisasi serikat-serikat.

Fahri mengatakan, dengan mengkategorikan antara penceramah yang direkomendasikan Kemenag dan yang tidak akan mengontrol pikiran rakyat, "Ini sama saja dengan mengontrol pikiran masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Fadli Zon Menilai Rilis 200 Nama Penceramah Kemenag Cacat Metode

Seharusnya pemerintah, Fahri melanjutkan, berfokus dalam membangun infrastruktur terutama pendidikan, karena dengan menciptakan masyarakat yang berpendidikan paham-paham radikal akan hilang sendirinya. Bukan dengan membuat standar para penceramah.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Kemenag menerima banyak pertanyaan dari masyarakat soal nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubaligh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” kata Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 Mei 2018.

Lukman mengatakan pada tahap awal, ada daftar 200 mubalig Kemenag. Nama-nama tersebut, menurut Lukman, tidak sembarang mubalig, karena mereka memenuhi tiga kriteria.

Kriteria tersebut, yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

TAUFIQ SIDDIQ






Fahri Hamzah Serukan Anis Matta Presiden Saat Partai Gelora Daftar KPU

59 hari lalu

Fahri Hamzah Serukan Anis Matta Presiden Saat Partai Gelora Daftar KPU

Partai Gelora ikut membawa pendukungnya mendaftar Pemilu 2024 ke KPU. Fahri Hamzah pun berseru Anis Matta presiden.


Partai Gelora Besutan Anis Matta Daftar ke KPU 7 Agustus, Targetkan Masuk Parlemen

3 Agustus 2022

Partai Gelora Besutan Anis Matta Daftar ke KPU 7 Agustus, Targetkan Masuk Parlemen

Partai Gelora berharap Pemilu 2024 bisa berlangsung tanpa ada isu polarisasi yang akan menyebabkan terjadinya pembelahan politik


Resepsi Anak Anies Baswedan, Surya Paloh, Sohibul Iman, dan AHY Duduk Bareng di Acara , Sinyal Pilpres 2024?

30 Juli 2022

Resepsi Anak Anies Baswedan, Surya Paloh, Sohibul Iman, dan AHY Duduk Bareng di Acara , Sinyal Pilpres 2024?

TIga pimpinan partai yang disebut akan mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 duduk satu meja di acara pernikahan Mutiara Annisa Baswedan.


Fahri Hamzah Ungkap Kekhawatiran Soal Jeda Hasil Pilpres 2024 dengan Pelantikan Presiden

26 Juni 2022

Fahri Hamzah Ungkap Kekhawatiran Soal Jeda Hasil Pilpres 2024 dengan Pelantikan Presiden

Fahri Hamzah khawatir jeda antara pengumuman hasil Pilpres 2024 dengan pelantikan presiden selama 8 bulan akan berdampak pada kinerja Presiden Jokowi.


Soal Waktu Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

13 Juni 2022

Soal Waktu Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menanggapi soal waktu penyelesaian sengketa pemilu 2024 enam hari kalender.


Fahri Hamzah: Pemilu Waktunya Mencari Pemimpin, Bukan Selebriti

13 Juni 2022

Fahri Hamzah: Pemilu Waktunya Mencari Pemimpin, Bukan Selebriti

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan momentum pemilihan umum adalah ajang mencari pemimpin, bukan selebriti.


Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 75 Hari, Fahri Hamzah: Harusnya Setahun

7 Juni 2022

Masa Kampanye Pemilu 2024 Selama 75 Hari, Fahri Hamzah: Harusnya Setahun

Fahri Hamzah sebut masa kampanye Pemilu seharusnya satu tahun. Waktu yang panjang itu untuk capres dan cawapres berdebat di depan publik.


Fahri Hamzah: Saya Pantas Jadi Presiden, Cuma Gak Punya Uang

7 Juni 2022

Fahri Hamzah: Saya Pantas Jadi Presiden, Cuma Gak Punya Uang

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut dirinya pantas menjadi presiden. Namun dia berujar tidak memiliki biaya.


Kritik Konsep Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Kaya Ngumpul di Pos Ronda

7 Juni 2022

Kritik Konsep Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Kaya Ngumpul di Pos Ronda

Fahri Hamzah mengkritik konsep Koalisi Indonesia Bersatu dan menganggap salah paham. Selain itu, KIB dinilai masih memiliki perbedaan soal capres.


Soal Partai Mahasiswa Indonesia, Fahri Hamzah: Bertentangan dengan Khitah

25 April 2022

Soal Partai Mahasiswa Indonesia, Fahri Hamzah: Bertentangan dengan Khitah

Fahri Hamzah, menyesalkan terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia atau PMI