20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim Kunjungi BJ Habibie

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Mei 2018. (AP Photo/Andy Wong)

    Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Mei 2018. (AP Photo/Andy Wong)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengunjungi rumah mantan Presiden BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan, pada Ahad 20 Mei 2018. Dia dijadwalkan akan berbuka puasa di rumah Habibie.

    Anwar Ibrahim yang baru saja menghirup udara bebas melakukan kunjungan luar negeri pertamanya itu ke Indonesia. Sesaat sebelum keluar dari penjara, Anwar Ibrahim juga bertemu dengan salah satu tokoh politik Indonesia Fahmi Idris.

    Baca juga: EKSKLUSIF - Anwar Ibrahim Tak Yakin Jadi Perdana Menteri Malaysia

    Anwar tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 11.20 WIB. Setelah ke hotel yang tak jauh dari kediaman Habibie, ia langsung menemui sahabat lamanya itu. Anwar hingga kini masih berada di dalam rumah Habibie. Ia belum mengeluarkan pernyataan terkait kunjungannya ke Indonesia.

    Namun dalan keterangan yang diunggah di akun Facebooknya, Anwar Ibrahim mengatakan ia memenuhi undangan BJ Habibie terkait peringatan 20 tahun reformasi.

    Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat itu mengatakan bahwa 1998 adalah tahun yang bersejarah bagi Malaysia dan Indonesia.

    "21 Mei 1998 diingati rakyat Indonesia sebagai tarikh jatuhnya rezim Orde Lama dan bermulanya zaman peralihan kuasa serta pengukuhan institusi-institusi demokrasi yang berlaku dengan pentadbiran Presiden BJ Habibie," tulisnya seperti dikutip Antara, Ahad 20 Mei 2018.

    Sementara rakyat Malaysia memperingati 2 September 1998 sebagai awal kejatuhan rezim Barisan Nasional yang kemudian jatuh setelah dua dekade kemudian, yakni pada 9 Mei 2018.

    "Saya percaya pertemuan dan perbincangan dengan Presiden Habibie akan mengeratkan lagi hubungan di antara dua negara kita, serta memperkukuh iltizam melaksana agenda reformasi di Malaysia," tutur dia.

    Baca juga: Eksklusif -- Putri Anwar Ibrahim Bercerita Kisah saat Kampanye

    Anwar Ibrahim merupakan tokoh politik senior yang sempat menjadi lawan politik Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Keduanya berselisih pada periode krisis Asia 1998 hingga kemudian Anwar yang saat itu menjabat menteri keuangan dan deputi perdana menteri dicopot dari jabatannya dan kemudian dipenjarakan oleh Mahathir.

    Dalam pemilihan umum 2018, Anwar Ibrahim yang dibebaskan pada 16 Mei lalu setelah mendapat pengampunan dari Raja Malaysia, justru berkoalisi dengan Mahathir yang kembali dilantik sebagai perdana menteri pada usia 92 tahun.

    Mahathir menyatakan akan menyerahkan kepemimpinannya kepada Anwar dalam dua tahun ke depan.

     ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.