58 Tahanan Kasus Terorisme Dipindahkan dari LP Nusakambangan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, diseberangkan ke pulau Nusakambangan melalui dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Napi teroris Mako Brimob cabang Rutan Salemba dipindahkan ke sejumlah lapas di pulau Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, diseberangkan ke pulau Nusakambangan melalui dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Napi teroris Mako Brimob cabang Rutan Salemba dipindahkan ke sejumlah lapas di pulau Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Cilacap - Sebanyak 58 tahanan kasus terorisme dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah ke Rumah Tahanan Negara Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

    Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap pada Ahad, 20 Mei 2018, pengamanan tempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan itu ditingkatkan oleh Kepolisian Resor Cilacap dengan melibatkan personel Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Komando Distrik Militer 0703/Cilacap sejak pukul 05.30 WIB.

    Personel Brimob yang menyandang senjata laras panjang tampak berjaga di setiap sudut halaman parkir Dermaga Wijayapura termasuk di ujung jalan menuju tempat penyeberangan itu. Pada pukul 08.55 WIB, Kapal Pengayoman IV milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang membawa bus pengangkut tahanan teroris itu terlihat bersandar di Dermaga Wijayapura dan satu per satu narapidana tampak keluar meninggalkan tempat penyeberangan yang diakhiri dengan kendaraan Barracuda.

    Baca: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Rokan Hilir

    Lima bus milik Korps Brimob yang keluar dari Dermaga Wijayapura segera bergabung dengan kendaraan lainnya termasuk sebuah bus kosong yang telah menunggu sejak pagi. Selanjutnya, iring-iringan kendaraan pengangkut dan pengawalan tahanan kasus terorisme itu meninggalkan Dermaga Wijayapura pada pukul 09.05 WIB.

    Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto mengatakan pihaknya bersama Kodim 0703/Cilacap menyiapkan kurang lebih 600 personel untuk mengamankan rute yang dilalui untuk pemindahan tahanan kasus terorisme itu. Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui ke mana puluhan tahanan kasus terorisme itu akan dipindahkan.

    Ia juga mengaku belum tahu apakah tahanan kasus terorisme yang dipindahkan itu merupakan bagian dari tahanan yang dipindah dari Rutan Mako Brimob. "Tugas kami dan Lapas Nusakambangan hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan kepada tim yang hari ini sudah tiba, dari BNPT, Densus dan Brimob Mabes Polri," kata dia.

    Baca: Alasan DPR Ingin Bangun Lapas Napi Teroris Baru

    Sementara itu, Kepala Lapas Batu Nusakambangan Hendra Eka Putra mengatakan pemindahan tersebut dilakukan terhadap mereka yang berstatus tahanan. "Seluruhnya tahanan, namun data-datanya ada di Jakarta, sehingga kami enggak tahu," kata Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap itu.

    Dari 58 tahanan tersebut, kata Hendra, ada 9 orang dari Lapas Besi, 24 orang dari Lapas Pasir Putih dan 25 orang dari Lapas Batu, termasuk dua perempuan beserta satu bayi. Meski begitu, Hendra mengaku belum mengetahui rutan atau lapas yang menjadi tujuan pemindahan tersebut.

    Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Ade Kusmanto mengatakan 58 tahanan tersebut akan dibawa ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jabar. "Seluruhnya berstatus tahanan karena masih menjalani proses peradilan, belum berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

    Baca: Eks Napi: Deradikalisasi Belum Sentuh Ideologi Kelompok Teroris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.