Tak Masuk Daftar 200 Mubalig Kemenag, Ini Kata Ustad Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla temani Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla temani Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama merilis daftar nama 200 mubalig yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan. Dalam daftar itu, tak ada nama Ustad Abdul Somad.

    Ustad Abdul Somad merupakan salah satu dai kondang di Tanah Air. Namun, di dunia maya, banyak kontroversi atas ceramah-ceramah yang dilakukan Abdul Somad.

    Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Ustad Abdul Somad menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang. "Bagaimana tanggapan Ustad, Ustad tidak termasuk dalam 200 mubalig rujukan Kemenag?" tanya seseorang.

    Baca juga: Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah Ikuti Tausiyah Ustad Abdul Somad

    Jawaban Ustad Abdul Somad adalah, "Sebab, Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat, karena saya penuh sampai April 2020." 

    Unggahan Ustad Abdul Somad di media sosial. Instagram.com/@Ustadzabdulsomad • Ikuti

    Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuturkan pembuatan daftar 200 nama penceramah Islam rekomendasi kementeriannya itu berdasarkan permintaan masyarakat. Ia menjelaskan, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi penceramah oleh masyarakat, dan belakangan ini permintaan itu meningkat.

    “Sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” kata Lukman.

    Ia menjelaskan, nama-nama yang direkomendasikan itu telah memenuhi tiga kriteria, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, mempunyai reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan tinggi.

    Baca juga: Fahri Hamzah Minta DPR Panggil Instagram karena Blokir Akun Somad

    Kebijakan Lukman yang tidak menyertakan Ustad Abdul Somad dalam daftar penceramah rekomendasi itu mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Dia menilai seharusnya Lukman mengundang UAS untuk berceramah di Istana agar wawasan para pejabat di sana menjadi terbuka.

    “Memang, mendengarkan ceramah UAS juga perlu hati yang bersih. Ramadan ini bagusnya Istana belajar agama Islam, biar ngerti cara membuat Islam sebagai rahmat dan kasih sayang,” cuit Fahri melalui akun Twitter resmi-nya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.