Selasa, 16 Oktober 2018

Menko Polhukam Gelar Rakor Khusus Penanganan Terorisme

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamana, Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan (kiri), dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan keterangan kepada media soal penanganan kasus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 10 Mei 2018. Foto : Humas Kemenko  Polhukam

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamana, Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan (kiri), dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan keterangan kepada media soal penanganan kasus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 10 Mei 2018. Foto : Humas Kemenko Polhukam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas penanganan terorisme. Rapat yang digelar di kantornya siang ini dihadiri sejumlah pejabat setingkat menteri.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah pejabat yang sudah tampak hadir adalah Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Djoko Setiadi dan Kepala Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga sudah memasuki ruangan rapat. Tak lama setelahnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tiba.

    Baca: Antisipasi Terorisme dan Kendala Deradikalisasi Alumnus ISIS

    Rapat ini dijadwalkan turut dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Sosial Idrus Marham, hingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Jaksa Agung Prasetyo juga akan berpartisipasi.

    Rakoorsus ini digelar setelah Indonesia menghadapi serangan teror dalam sepekan terakhir. Serangan dimulai saat narapidana terorisme di Mako Brimob Depok membuat kerusuhan pada 8 dan 9 Mei lalu. Lima polisi dan satu tahanan teroris tewas dalam peristiwa tersebut.

    Pada 11 Mei, seorang anggota Jamaah Ansarut Daulah menusuk seorang polisi yang berjaga di depan Mako Brimob. Di hari yang sama, empat orang di Tambun, Bekasi ditangkap karena diduga akan menyerang Mako Brimob.

    Baca: Satu Keluarga Terlibat Terorisme, Begini Analisis Pengamat

    Sehari setelahnya polisi menembak empat anggota JAD di Cianjur. Sementara di Surabaya, tiga bom meledak di tiga gereja berbeda. Serangan tersebut dilakukan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat anaknya yang meledakkan diri. Malam harinya, bom meledak di salah satu rumah di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

    Pada 14 Mei, bom bunuh diri meledak di depan Markas Kepolisian Resor Kota Surabaya. Pelaku membawa istri dan tiga orang anaknya untuk meledakkan diri. Satu anak selamat sementara yang lain tewas. Dua hari kemudian lima teroris menyerang markas Kepolisian Daerah Riau. Seorang polisi dan empat teroris tewas di lokasi.

    Baca: Mengapa Bom di Surabaya? Ini Kata Pengamat Terorisme


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    David Platt di FIFA 1993 hingga Cristiano Ronaldo di FIFA 19

    Inilah deretan cover permainan EA Sport FIFA 1993 yang bersampul David Platt hingga FIFA 19 yang dibungkus gambar Cristiano Ronaldo.