BNPT Dukung Koopssusgab Dihidupkan Lagi untuk Tangani Terorisme

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mendukung rencana pemerintah mengaktifkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk membantu penanganan kasus terorisme. Pasukan ini nantinya akan membantu kepolisian menangani terorisme.

    "Kami dukung. Sangat luar biasa itu," ucap Suhardi di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Kamis, 17 Mei 2018. Ia mengatakan pihaknya pasti mendukung jika Koopssusgab membawa kebaikan bagi bangsa.

    Baca: Sidang Tuntutan Aman Abdurrahman Dijaga 152 Polisi dan 30 Tentara

    Meski begitu, Suhardi mengaku belum mengetahui tugas Koopssusgab secara rinci jika nantinya difungsikan. Namun dia memastikan tak akan ada tumpang-tindih wewenang dengan institusi penanganan kasus terorisme lain, termasuk BNPT.

    Usul pembentukan Koopssusgab disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada Presiden Joko Widodo. Wacana pembentukannya menguat setelah terjadi rentetan peristiwa teror di Indonesia, mulai kerusuhan di Mako Brimob yang dipicu narapidana kasus terorisme, bom di tiga gereja di Surabaya, hingga penyerangan sejumlah markas kepolisian.

    Baca: Bekas Wakil Kepala BIN: Jangan Sebar Hoax dan Konten Terorisme

    Namun Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menyatakan pembentukan Koopssusgab tidak mendesak. Kerja sama antara kepolisian dan TNI sudah lebih dulu terjadi di dalam tubuh BNPT. Menurut dia, pemerintah hanya perlu menguatkan peran BNPT.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Suhardi menuturkan peran BNPT dan Koopssusgab pada dasarnya berbeda. "Ini (Koopssusgab) kan pasukan. Kalau kami, kan, cuma jabatan struktural," ujarnya.

    Koopssusgab pernah terbentuk pada masa kepemimpinan Panglima TNI Moeldoko. Pasukan ini gabungan dari tiga matra TNI, yaitu Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI Angkatan Darat, Detasemen Jalamangkara punya TNI Angkatan Laut, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI Angkatan Udara. Pasukan ini bisa diturunkan secara cepat ketika terjadi situasi genting menyangkut terorisme. Tugas-tugas yang ditangani Koopssusgab sifatnya extraordinary operation.

    Baca: Pembahasan RUU Antiterorisme Terhambat Persoalan Definisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.