Sabtu, 26 Mei 2018

Tapak Suci Luruskan Berita Soal Anak Pelaku Teror Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi melintas di jalan cendrawasih samping Mapolrestabes Surabaya yang disterilkan. TEMPO/Musthofa Bisri

    Sejumlah polisi melintas di jalan cendrawasih samping Mapolrestabes Surabaya yang disterilkan. TEMPO/Musthofa Bisri

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Organisasi bela diri Tapak Suci mengklarifikasi pemberitaan media mengenai anak perempuan pelaku teror bom di markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, A, 7 tahun, Senin, 14 Mei 2018. Dalam teror bom Surabaya, A selamat dan dirawat di rumah sakit kepolisian.

    A dikabarkan sejumlah media berprestasi dalam bidang olahraga bela diri. A juga hendak mengikuti kejuaraan bela diri di Malaysia dalam waktu dekat. Ia juga disebut baru saja memenangi kejuaraan Tapak Suci di Solo.

    Baca: Bisnis Pariwisata Jawa Timur Belum Terdampak Teror Bom Surabaya

    "Kami meminta kabar yang menyebut anak pelaku teror bom itu anggota Tapak Suci perlu didalami lagi," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Muhammad Afnan Hadikusumo di sela peluncuran Pasar Sore Ramadan di Kampung Nitikan, Yogyakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

    Menurut Afnan, tidak ada kejuaraan Tapak Suci untuk anak usia dini. Ia heran ketika ada informasi yang menyebutkan anak pelaku teror bom baru menjuarai kejuaraan Tapak Suci di Solo.

    "Tidak ada kejuaraan untuk usia dini di Tapak Suci jadi enggak benar info itu," ujarnya. Afnan juga membantah soal kejuaraan di Malaysia. "Tidak ada juga kejuaraan fisik untuk usia dini, kecuali kategori fisik. Itu pun juga dibatasi," ucapnya.

    Beredarnya kabar itu, kata Afnan, membuat Tapak Suci seolah ikut terseret dalam kasus teror bom. Informasi itu dinilai mencoreng Tapak Suci. "Kami meminta pemerintah dan aparat ikut meluruskan kabar itu," tuturnya.

    Simak: Peledak Bom di Surabaya Punya Gen Teroris, Siapa?

    Afnan menilai pemuatan identitas organisasi yang diikuti A tergesa-gesa sehingga dampaknya memberi stigma buruk pada Tapak Suci. "Seolah-olah Tapak Suci jadi dicap sebagai organisasi yang mencetak kader radikal, padahal kan enggak," katanya.

    Dalam teror bom di Polrestabes Surabaya itu, polisi menyatakan dilakukan satu keluarga yang terdiri atas lima orang, termasuk A. Ayah-ibu dan dua kakak A tewas. A selamat dan telah menjalani operasi pengambilan serpihan ledakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.