Sabtu, 26 Mei 2018

Puas di Lapas Cipinang, Fredrich Yunadi Kesepian Puasa Pertama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter spesialis jantung RS Premier Jatinegara Jakarta Timur, dokter Glen, bermemberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Dokter spesialis jantung RS Premier Jatinegara Jakarta Timur, dokter Glen, bermemberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa perintangan penyidikan kasus korupsi Setya Novanto, advokat Fredrich Yunadi, merasa kesepian menjalani hari pertama puasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. "Karena jauh dari keluarga, ya, kami merasa lonely (kesepian). Sendiri," kata Fredrich sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Fredrich di Lapas Cipinang. Sebelumnya, Fredrich ditahan di Rumah Tahanan Kelas I KPK. Namun Fredrich meminta dipindahkan ke rutan lain. KPK akhirnya memindahkannya ke Lapas Cipinang. 

    Baca: Alasan Tak Diberi Obat, Fredrich Yunadi Minta Pindah Tahanan ...

    Meskipun merasa kesepian di Lapas Cipinang, Fredrich mengatakan terhibur dengan rekan-rekan sesama tahanan di sana. Ia mengaku akrab dengan mereka. "Kami saling mendorong, mendukung, mengingatkan, dan berbagi. Kami merasa seperti keluarga besar," ujarnya.

    Fredrich merasa nyaman dan puas berada di Lapas Cipinang, baik untuk soal makanan maupun perlakuan para petugas terhadap tahanan.

    Baca: Fredrich Yunadi Minta Perawat RS Medika Disumpah Pocong

    "Mereka sangat menghormati hak asasi manusia. Karena memang namanya rutan untuk tahanan dengan praduga tak bersalah," ucapnya.

    Fredrich Yunadi mengaku sehat. Ia merasa tidak berat menjalani puasa. Sebab, pada hari biasa, ia hanya makan satu kali dalam sehari. "Jadi saya sehari-hari seperti puasa sebetulnya," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.