Selasa, 21 Agustus 2018

Dua Polisi Penembak Mati Teroris di Polda Riau Naik Pangkat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. ANTARA FOTO/Retmon

    Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, 16 Mei 2018. Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. ANTARA FOTO/Retmon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada dua polisi penembak mati empat teroris saat terjadi penyerangan di Markas Kepolisian Daerah Riau pada Rabu, 16 Mei 2018. Kenaikan pangkat juga diberikan kepada dua anggota Polda Riau yang terluka dan seorang polisi yang meninggal dalam penyerangan itu.

    "Saya memberikan penghargaan bagi anggota, baik yang jadi korban maupun yang melumpuhkan teroris," kata Tito di Mapolda Riau, Pekanbaru, Kamis, 16 Mei 2018.

    Baca: Polisi Tewas dalam Penyerangan Teroris di Polda Riau adalah Ustad

    Polisi yang mendapatkan kenaikan pangkat adalah Direktur Lalu Lintas Polda Riau Komisaris Besar Rudy Syafuddin menjadi bintang satu. "Karena belum ada jabatan yang kosong, maka sementara saya berikan pin emas dulu," kata Tito.

    Kapolri menjelaskan memberikan penghargaan kepada Kombes Rudy karena keberaniannya mengambil tindakan tegas ketika terjadi serangan di Polda Riau. Saat itu, Rudy menembak mati tiga terduga teroris yang melakukan serangan di Polda Riau.

    Anggota Polda lain yang juga mendapat kenaikan pangkat adalah Hartib II Provos Polda Riau Brigadir Kepala JB Panjaitan. Dia naik pangkat menjadi Ajun Inspektur Dua. "JB Panjaitan berani melumpuhkan satu tersangka," ujarnya.

    Baca: Teror Polda Riau, Satu Terduga Teroris Berhasil Kabur

    Kapolri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada tiga korban penyerangan teroris, baik yang terluka maupun yang gugur. Dua polisi yang terluka, yakni Komisaris Farid Abdullah naik pangkat menjadi Ajun Komisaris Besar dan Brigadir Jhon Hendrik menjadi Ajun Inspektur Dua.

    "Saya juga berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Aipda Auzar yang gugur," tukasnya.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pemberian kenaikan kepada anggota Polda Riau ini sebagai bentuk penghargaan atas keberanian menindak teroris. Penghargaan ini dinilai sebagai motivasi dan semangat para anggota Polri agar tetap berani menghadapi ancaman teroris.


     

     

    Lihat Juga