Kalbe Gelar Pelatihan Sains bagi Guru dan Sosialisasikan Kalbe Junior Scientist Award 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pelatihan sains bagi para guru sains yang digelar Kalbe Farma di Makassar, pada kamissekaligus untuk mensosialiasikan berlangsungnya kompetisi sains Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018.

    Suasana pelatihan sains bagi para guru sains yang digelar Kalbe Farma di Makassar, pada kamissekaligus untuk mensosialiasikan berlangsungnya kompetisi sains Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018.

    INFO NASIONALPT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) menggelar pelatihan sains bagi para guru sains di Makassar, pada hari Rabu 9 Mei lalu di Hotel Aston Makassar. Pelatihan ini  sekaligus mensosialiasikan berlangsungnya kompetisi sains Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2018, yang bertema “Kreatifitas dan Inovasi: Memecahkan Masalah Dengan Pendekatan Sains”.

    KJSA merupakan kompetisi sains anak nasional yang memberikan penghargaan kepada karya sains terbaik di Indonesia untuk siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Program KJSA yang telah memasuki tahun ke delapan ini bertujuan untuk mengenalkan sains kepada anak-anak sejak dini, sekaligus menumbuhkan kreatifitas anak-anak dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi sehari-hari dengan pendekatan sains dan ilmu pengetahuan.

    “Kalbe Junior Scientist Award merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk berkontribusi bagi perkembangan sains di Indonesia, khususnya pada anak-anak. Dengan demikian, di masa depan tunas-tunas bangsa ini semakin mencintai sains bahkan menjadi peneliti-peneliti unggul yang memajukan dunia sains dan teknologi di Indonesia,” ujar Kepala Komunikasi Eksternal & CSR PT Kalbe Farma Tbk. Hari Nugroho.

    Sementara, pelatihan sains bagi para guru sains yang dihadiri oleh lebih kurang 100 guru sekolah dasar di Makassar ini merupakan satu dari rangkaian pelatihan yang dilakukan di tiga kota, yakni Pontianak, Kupang dan Makassar. “Kalbe juga terus mendorong para pendidik dan para guru untuk mengembangkan dan merangsang kreatifitas anak-anak dalam menemukan solusi permasalah sehari-hari melalui sains, salah satu contohnya melalui pelatihan sains ini,” jelas Hari.

    Ia menambahkan, bahwa tahun ini Kalbe berusaha untuk memperluas jaringan sosialisasi, baik ke dalam internal Kalbe maupun eksternal stakeholder, seperti Kemendikbud, Pemerintah Daerah, Sekolah Dasar, Klub Sains serta berbagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di dunia pendidikan anak.

    Sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2011, animo peserta terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2017, program ini diikuti oleh 1.103 karya dari 26 propinsi di seluruh Indonesia. Bandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 917 karya, dan tahun 2015 sebanyak  811 karya,” ujar Ketua Panitia Kalbe Junior Scientist Award 2018, Medianto Henky Saputra.

    Adapun persyaratan KJSA tahun ini adalah siswa/i kelas 3-5 SD pada saat mendaftar, atau kelas 4-6 SD pada bulan September 2018. Peserta merupakan perorangan dan boleh mengirimkan lebih dari satu karya sains dengan tema yang berbeda. Karya sains yang didaftarkan merupakan ide sendiri dan belum pernah memenangkan kompetisi di tingkat provinsi dan nasional.

    Bidang karya sains yang dilombakan adalah IPA dan terapannya, matematika atau kombinasinya. Khusus untuk matematika, hasil karya sains tidak berupa permainan matematika. 

    Sosialisasi dan pendaftaran peserta program KJSA dimulai 22 Maret 2018 sampai dengan 27 Juli 2018. Setiap peserta wajib mengirimkan beberapa berkas, antara lain formulir pendaftaran, profile peserta, ringkasan hasil karya ide karya sains dengan penjelasan mengapa memilih ide itu, apa yang hendak dibahas, dan pengembangan ide/solusi yang hendak dipaparkan. Semua form berkas itu dapat diunduh di www.kalbe-kjsa.com

    Kriteria Penilaian yang digunakan dalam penilaian KJSA 2018 yaitu isi keaslian ide, latar belakang permasalahan, solusi yang diberikan dalam memecahkan masalah, inovasi/kebaruan/keunikan, serta manfaat dari hasil karya bagi lingkungan sekitar dan masyarakat.

    Adapun Dewan Juri KJSA 2018 adalah Deputi Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI Dr. L.T. Handoko, Kepala Subdirektorat Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gusmayadi Muharmansyah, M.Ed, Matematikawan, Dosen Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, ITB Novriana Sumarti, S.Si., M.Si., Ph.D., Kepala Pusat Inovasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rohman, B.Eng, M.Eng, Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia Dr. Tjut Rifameutia Umar Ali, M.A.

    Dari penilaian dewan juri tersebut akan dipilih 20 finalis berdasarkan nilai tertinggi, kemudian seluruh finalis beserta pembimbing akan diundang ke Jakarta pada bulan September 2018 untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan dewan juri. Selanjutnya dari penilaian presentasi tersebut Juri akan menentukan 10 karya terunggul dan 10 karya terbaik.

    Seluruh pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tabungan pendidikan, beasiswa pendidikan dan sertifikat dari Kalbe dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan tambahan beasiswa pendidikan dan sertifikat bagi para pemenang KJSA 2018,” ujar Medianto. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.