Minggu, 27 Mei 2018

TNI AD Kini Punya 8 Helikopter Apache Paling Canggih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Apache AH-64E melakukan demonstrasi udara dalam serah terima  di Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani Semarang, 16 Mei 2018. Serah terima ini dihadiri Wakil Dubes AS untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee. TEMPO/Budi Purwanto

    Helikopter Apache AH-64E melakukan demonstrasi udara dalam serah terima di Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani Semarang, 16 Mei 2018. Serah terima ini dihadiri Wakil Dubes AS untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak delapan helikopter Apache AH 64E resmi diserahterimakan dari Kementerian Pertahanan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai bagian untuk memperkuat alat utama sistem pertahanan.

    Serah terima yang dilaksanakan di Pangkalan Udara TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani Semarang, dipimpin langsung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

    Baca juga: Pengadaan Alutsista, Heli Apache TNI AD Tiba pada Maret 2018

    Menurut Ryamizard, Apache merupakan heli serang berteknologi tinggi. "Apache AH 64E merupakan heli berteknologi paling canggih saat ini," katanya.

    Ryamizard mengharapkan keberadaan heli di bawah TNI AD itu, dapat memperkuat terpeliharanya kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah darat.

    "Pelajari penggunaan heli agar tidak ada kekeliruan yang tidak perlu," kata dia.

    Ia juga meminta agar helikopter Apache itu dijaga agar masa pakainya bisa seoptimal mungkin.

    Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Mckee mengatakan pembelian heli Apache itu sebagai bentuk kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia.

    Baca juga: Dua Apache Meriahkan HUT TNI  

    Dubes Erin Mckee mengharapkan tambahan delapan helikopter Apache yang harganya mencapai US$ 41 juta atau sekitar Rp 575,7 miliar per unit itu, bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dalam meningkatkan dan memodernisasi militernya.

    Ia mengharapkan kerja sama di bidang pertahanan itu dapat berkelanjutan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.