Minggu, 27 Mei 2018

Proyek TPPAS Legok Nangka Masuki Tahap Lelang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menargetkan lelang proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka bisa dilakukan pada Ramadan ini (dok Pemprov Jabar).

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menargetkan lelang proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka bisa dilakukan pada Ramadan ini (dok Pemprov Jabar).

    INFO JABAR-- Proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional Legok Nangka kini memasuki tahap lelang. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menargetkan lelang bisa dilakukan pada bulan Ramadan ini.

    "Saya ingin sebelum masa jabatan saya berakhir, jadi Ramadan ini Insya Allah akan dilelang," ucapnya.

    Gubernur mengungkapkan, sudah ada 13 investor yang berminat menangani proyek yang direncanakan akan mengolah minimal 1500 ton sampah perharinya ini.

    Ke-13 investor tersebut berasal dari perusahaan dalam negeri, Tiongkok dan sejumlah negara di Eropa. Nilai dari proyek TPPAS Legok Nangka yang akan menghasilkan energi listrik ini senilai Rp 3,2 triliun.

    "Kalau ini terlaksana ini menjadi tender tercepat diantara proyek nasional. Percepatan sejumlah daerah di Indonesia untuk memproses sampah ke energi artinya proses ramah lingkungan dengan proses yang modern," kata Aher.

    TPPAS Legok Nangka sendiri akan menampung sampah dari seluruh wilayah Bandung Raya ditambah dua Kecamatan dari Kabupaten Garut dan Sumedang.

    Terkait tipping fee pembuangan sampah, Aher menuturkan, akan membiicarakan kembali dengan kabupaten dan kota yang terlibat. Namun persentasenya 30 persen akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 70 persennya oleh masing-masing kabupaten dan kota.

    "Nanti kalau ada perubahan akan kita bicarakan. Prinsipnya provinsi menanggung 30 persen, kabupaten dan kota 70 persen," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.