Minggu, 27 Mei 2018

Polri Libatkan Kopassus Buru Jaringan Teroris

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Elit Sat Gultor 81 Kopassus berjaga-jaga di depan Gedung Merdeka saat simulasi pengamanan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, di Bandung, Jawa Barat, 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pasukan Elit Sat Gultor 81 Kopassus berjaga-jaga di depan Gedung Merdeka saat simulasi pengamanan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, di Bandung, Jawa Barat, 23 April 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihak kepolisian telah bekerja sama dengan Komado Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dalam menangkap para terduga teroris.

    "Kami sudah berkerja sama dengan Kopassus. Kemarin Kapolri sudah menyampaikan Kopassus masuk," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 16 Mei 2018.

    Baca: Operasi Berantas Terorisme, Kapolri Minta Bantuan Panglima TNI

    Setyo menyebutkan, keikutsertaan Kopassus tersebut membantu kepolisian saat melakukan penggerebekan. Termasuk juga menjaga tempat-tempat objek vital.

    Menurut Setyo, kerja sama ini sudah dilakukan sejak penggerebekan terduga teroris di sejumlah tempat, seperti di Sumatera Utara dan Jawa Timur. "Ya kerja sama ini sejak ada penggerebekan-penggerebekan," ujarnya.

    Baca: Jokowi Tegaskan Pemerintah Akan Basmi Terorisme sampai ke Akar

    Dalam tiga hari paska Bom Surabaya, Densus 88 terus memburu anggota terduga teroris, seperti di Jawa Timur dan Malang. Pengejaran juga dilakukan di Tanjung Balai, Sumatera Utara; dan Palembang, Sumatera Selatan.

    Hari ini Rabu 16 Mei, tim Densus 88 juga menangkap tiga orang anggota JAD Jakarta di Tanggerang Kota. "Tim masih bergerak dalam mengejar terduga teroris," ujar Setyo

    Simak juga: Kalah di Suriah, ISIS Merayap Masuk Indonesia


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.