Polri: Jaringan Teroris Pelaku Penyerangan Polda Riau Bukan JAD

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian memeriksa sebuah mobil minibus yang digunakan teroris untuk menyerang Mapolda Riau di Pekanbaru, 16 Mei 2018. Dari hasil pengecekan sementara di minibus berpelat BM 1192 RQ itu, terdapat rangkaian kabel yang terhubung ke kotak kosong. AP Photo/Akbari

    Petugas kepolisian memeriksa sebuah mobil minibus yang digunakan teroris untuk menyerang Mapolda Riau di Pekanbaru, 16 Mei 2018. Dari hasil pengecekan sementara di minibus berpelat BM 1192 RQ itu, terdapat rangkaian kabel yang terhubung ke kotak kosong. AP Photo/Akbari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan empat terduga teroris yang tewas saat menyerang Kepolisian Daerah Riau bukan dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Kata Setya, pelaku penyerangan Polda Riau ini diduga termasuk jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

    "Mereka bukan JAD, tapi NII, tapi masih berafiliasi," ujar Setyo di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa 15 Mei 2018.

    Baca: Polisi Tewas dalam Penyerangan Teroris di Polda Riau adalah Ustad

    Setyo mengatakan, empat orang ini terkait dengan dua anggota JAD yang ditangkap di Sumatera Selatan. Awalnya mereka berencana menyerang Mako Brimob, tetapi gagal karena kondisi Mako Brimob yang sudah kondusif.

    Setyo melanjutkan, NII dan JAD masih satu afiliasi dengan jaringan teroris ISIS. Dalam penyerangan ini mereka merupakan NII Dumai.

    Empat terduga teroris yang tewas tersebut adalah Mursalim, 55 tahun, Suardi (28), Adi Sofian (26) dan Daud masih dalam identifikasi penyidik. Polisi juga menangkap satu orang terduga teroris. "Sedang diperiksa," ujarnya.

    Baca: Teror Polda Riau: 4 Teroris Ditembak Mati dan 1 Polisi Meninggal

    Kepolisian, Setyo menambahkan, juga masih mengejar terduga teroris yang berhasil kabur. "Sekarang baru itu, penyidik masih melakukan pengejaran," ujarnya.

    Markas Kepolisian Daerah Riau diserang sekelompok terduga teroris Rabu pagi, 16 Mei 2018. Peristiwa terjadi saat Mapolda Riau bersiap menggelar ekspos tangkapan 29 kilogram sabu di Indragiri Hilir, Riau.

    Tak lama kemudian, tiba-tiba sebuah mobil minibus tipe Avanza berplat nomor BM 1192 RG menerobos Mapolda Riau dari Jalan Jenderal Sudirman. Mobil itu melaju ke halaman dan berhenti tepat di tikungan menjelang lobi.

    Saat itu seorang teroris ke luar mobil sambil membawa samurai atau senjata tajam berusaha menyerang polisi. Mobil kemudian kembali bergerak dan berhenti di depan Mapolda Riau. Satu orang terduga teroris keluar dan berusaha menyerang polisi. Namun, petugas kepolisian menembak pelaku tersebut.

    Tak lama setelah penembakan itu, mobil yang dikemudikan pelaku melaju ke arah gerbang samping Polda Riau. Namun, ia kehilangan kendali dan menabrak seorang polisi Inspektur Dua Auzar dan dua orang wartawan dari MNC TV dan TV One. Auzar meninggal sedangkan dua wartawan mengalami luka-luka.

    Polisi berusaha menyergap dua orang terduga teroris dalam penyerangan Polda Riau. Namun, mereka melawan, keluar mobil, dan langsung menyerang petugas dengan samurai. Dua polisi terluka akibat sabetan samurai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.