Prabowo Temui Kader Gerindra di Gedung DPR

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo berorasi selama hampir satu jam. TEMPO/Prima Mulia

    Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo berorasi selama hampir satu jam. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berkunjung ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018. Dia disambut Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan beberapa anggota DPR yang berasal dari Partai Gerindra.

    "Saya hari ini mau sidak," ucap Prabowo, lantas tersenyum kepada beberapa anggota DPR itu.

    Baca: Bom di Surabaya, Prabowo: Ada Pihak yang Ingin Membuat Gaduh

    Menurut Prabowo, dia ingin mengunjungi kantor baru Ahmad Muzani, yang baru-baru ini menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Prabowo juga mengaku ingin berkoordinasi dengan tokoh-tokoh Partai Gerindra yang ada di DPR. "Kami bahas beberapa hal."

    Ditanya mengenai aksi terorisme yang terjadi di beberapa daerah baru-baru ini, Prabowo turut mengecamnya. Dia meminta semua instansi meningkatkan kinerjanya untuk menangani terorisme. Dia juga sempat berbicara tentang pelibatan TNI dalam rancangan revisi Undang-Undang Antiterorisme.

    Baca: Kampanye Sudrajat-Syaikhu, Prabowo Singgung Karakter Orang Sunda

    Dia pun lantas bergegas ke ruangan atas Gedung Nusantara III. Prabowo telah mendeklarasikan diri maju dalam pemilihan presiden 2019. Dia sebelumnya bertarung dengan Joko Widodo dalam pemilihan umum 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.