Minggu, 27 Mei 2018

Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (kanan) didampingi Kepala Sekolah SMKN 29 Jakarta Asep Supriatna (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pelaksanaan dilaksanakan dati tanggal 2-5 April 2018. TEMPO/Topan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (kanan) didampingi Kepala Sekolah SMKN 29 Jakarta Asep Supriatna (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pelaksanaan dilaksanakan dati tanggal 2-5 April 2018. TEMPO/Topan Rengganis

    INFO NASIONAL - Dinamika kehidupan dalam era global, paling tidak ditandai oleh dua kecenderunganPertama, arus perkembangan teknologi dan informasi berjalan dengan irama yang sangat cepat dan telah memasuki semua wilayah kehidupan manusia, yang pada gilirannya mempengaruhi mekanisme kinerja suatu institusi. Kedua, munculnya isu-isu strategis seperti akuntabilitas publik, jaminan mutu (quality assurance), transparansi, kewenangan profesional, dan aspek-aspek lainnya yang dalam pelaksanaannya memerlukan kepemimpinan yang handal dengan daya dukung budaya kerja yang handal dan sinergik.

    Dalam posisi seperti ini, kepemimpinan visioner merupakan profil kepemimpinan yang dipandang mampu menjalankan kinerja organisasi yang adaptif, dan senantiasa antisipatif terhadap perubahan-perubahan di masa yang akan datang. Kepemimpinan visioner, dalam kinerjanya akan didasarkan pada pendalaman dan pemaknaan visi kelembagaan, yang digali dari kondisi intern lembaga dan kondisi ekstern dalam berbagai dimensi, baik politik, ekonomi, sosial, politik, budaya, maupun demografis.

    Berangkat dari analisis intern dan ekstern tersebut, seorang kepala sekolah visioner dapat memanajemen sekolah yang dipimpinnya dengan penuh dinamika, dan berorientasi ke arah pengembangan sekolah di masa yang akan datang. Perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang, dapat diprediksi dalam program pengembangan sekolah yang dirumuskannya. Atas dasar pemikiran tersebut, kepemimpinan visioner kepala sekolah merupakan solusi terbaik yang diperlukan dalam pengembangan sekolah.

    Visi adalah kunci keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah. Pernyataan ini, adalah indikator utama yang dapat mengantarkan kesuksesan kepala sekolah dalam membawa sekolahnya ke arah yang dicita-citakan. Visi memainkan peranan penting, tidak hanya pada tahap awal, tetapi pada keseluruhan siklus pengelolaan sekolah. Visi adalah guideline bagi kepala sekolah yang ingin mendalami organisasi sekolah dan kemana arahnya. Cepat atau lambat, akan tiba waktunya, di mana kepala sekolah harus merumuskan kembali arahnya, atau mungkin suatu perubahan menyeluruh dan langkah pertamanya akan selalu berupa sebuah visi yang baru. Visi adalah intisari kepemimpinan kepala sekolah. Visi merupakan alat yang tak tergantikan, kecuali jika kepemimpinan kepala sekolah memang sengaja diarahkan pada kegagalan. Untuk memahami mengapa demikian, perhatikan hakikat sebenarnya dari kepemimpinan dalam sebuah organisasi dan bagaimana visi mempengaruhinya.

    Kepemimpinan visioner kepala sekolah, sekurang-kurangnya memiliki empat fungsi sebagai berikut:

    1. Penentu Arah. Kepala sekolah menyeleksi dan menetapkan sasaran dengan mempertimbangkan lingkungan strategis, untuk menyusun berbagai langkah menuju sasaran yang dapat diterima sebagai suatu kemajuan riil oleh semua warga sekolah. Kemajuan dapat berarti satu langkah maju yang jelas dalam efektivitas dan efisiensi, dapat pula berarti meningkatnya kemampuan kepala sekolah dalam menentukan target milestone sekolah dalm kurun waktu tertentu.
    2. Agen Perubahan. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk merangsang perubahan di sekolah, misalnya kinerja guru dan tata usaha sekolah, sumber daya dan fasilitas, sehingga memungkinkan pencapaian sebuah visi di masa depan. Untuk menjadi seorang agen perubahan yang baik, kepala sekolah harus mampu mengantisipasi berbagai perkembangan di luar sekolahnya, memperkirakan implikasinya terhadap sekolah yang dipimpinnya, menciptakan sense of urgency dan prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan oleh visi sekolah, mempromosikan best practies guru dan memberdayakannya dalam organisasi sekolah.
    3. Juru Bicara. Kepala sekolah, sebagai seorang pembicara yang terampil, pendengar yang penuh perhatian dan pengejawantah sekolah, adalah promotor dan negosiator bagi sekolah yang dipimpinnya kepada pihak luar. Untuk menjadi seorang juru bicara yang efektif, kepala sekolah harus menjadi negosiator utama dalam berhubungan dengan pihak lain dalam pembentuk jaringan hubungan eksternal, guna menghasilkan gagasan, sumber daya, dukungan, atau informasi yang bermanfaat bagi kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Kepemimpinan visioner kepala sekolah harus menjadi sarana dan pesan yang mengekspresikan apa yang bermanfaat, menarik, dan menyenangkan di masa depan sekolah.
    4. Coach (Pelatih). Kepala sekolah adalah pembentuk tim yang memberdayakan semua warga sekolah dalam organisasi sekolah “menghidupkan visi”, dan karenanya berperan sebagai mentor dan teladan dalam berbagai usaha, yang diperlukan untuk merealisasikan berbagai usaha yang diperlukan untuk merealisasikan visi tersebut. Untuk menjadi seorang pelatih yang efektif, kepala sekolah harus memberi tahu semua warga sekolah, apa artinya visi bagi kepala sekolah dan warga sekolah, dan apa yang akan dilakukan untuk merealisasikannya. Kepala sekolah juga harus harus menghargai keberhasilan setiap guru, staf tata usaha dan bahkan sampai pada peserta didik di sekolahnya, menghormati semua warga sekolah, membangun kepercayaan diri warga sekolah, memfasilitasi warga belajar mengembangkan diri, dan mengajari bagaimana meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mencapai visi secara konstan.

    Untuk memikirkan masa depan sekolah yang dipimpinnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah. Pertama, mengidentifikasikan semua kategori perkembangan yang relevan. Bagi kebanyakan tata kelola sekolah, perkembangan ini antara lain meliputi perubahan kepentingan dan keinginan para stakeholder di masa depan, yang terkait dengan perubahan politik, sosial, ekonomi, dan teknologi. Kedua, meneliti setiap kategori secara bergantian dan mendaftarkan perubahan-perubahan yang bersifat menguntungkan bagi kemajuan sekolah.

    Beberapa pertanyaan yang dikembangkan sebagai panduan bagi kepala sekolah dalam merencanakan pengembangan sekolah, yaitu (1) perubahan pokok apakah yang mungkin terjadi dalam mengembangkan sekolah? ; (2) perubahan-perubahan apa yang terjadi pada stakeholder sekolah? ; (3) perubahan apa yang akan terjadi pada lingkungan eksternal sekolah yang relevan dengan masa yang akan datang?

    Kepemimpinan visioner kepala sekolah adalah kunci bagi kesuksesan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah yang bermutu. Konsep ini sejiwa dengan salah satu tujuan program fasilitasi peningkatan kompetensi kepala sekolah yang dilakukan di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dotjen GTK). Program pelatihan pada beberapa Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) maupun bimbingan teknis pada beberapa direktorat di lingkungan Ditjen GTK, memberikan porsi tersendiri bagi kepala sekolah. Struktur kurikulum diklat atau bimtek kepala sekolah, hampir selalu di dalamnya mengembangkan kompetensi kepala sekolah dalam dimensi kepemimpinan visioner, antara lain materi pengembangan sekolah, yang di dalamnya melatih menyusun renstra sekolah yang berbasis pada analisis lingkungan internal dan eksternal, rumusan visi dan misi sekolah.

    Bahkan satu dari 10 modul dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kepala Sekolah (PKBKS), ada satu modul yang khusus melatih kepala sekolah dalam merumuskan visi dan misi sebagai bagian integral dalam hal kompetensi mengembangkan sekolah. Aktivitas pembelajaran para kepala sekolah dalam membedah modul pengembangan sekolah, adalah praktik merumuskan visi dan misi sekolah serta menganalisis contoh rumusan visi dan misi sekolah, dikaitkan dengan tantangan lingkungan internal dan eksternal sekolahnya. Hal ini menegaskan arti penting kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya.

    Memperhatikan pentingnya kepemimpinan visioner kepala sekolah, maka tidak ada satu alasan bagi kepala sekolah untuk tidak terlibat aktif dalam program PKBKS. Karena, aktivitas pembelajaran dalam diklat PKBKS secara faktual melibatkan aktif setiap peserta (kepala sekolah) dalam melakukan refleksi, telaah referensi dan perundang-undangan terkait dengan tugas fungsi kepala sekolah, dan melakukan pengembangan sekolah melalui kegiatan penyempurnaan rumusan visi dan misi sekolah. (*)

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.