Minggu, 27 Mei 2018

11 Jenazah Pelaku Bom Surabaya dan Sidoarjo Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat dari korban bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Martha Djumani melayat di  Rumah Duka Adi Jasa, Surabaya, Jawa Timur, 14 Mei 2018. Martha merupakan salah satu korban tewas dalam tragedi Bom Surabaya pada Minggu (13/5) lalu. ANTARA/M Risyal Hidaya

    Sejumlah kerabat dari korban bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Martha Djumani melayat di Rumah Duka Adi Jasa, Surabaya, Jawa Timur, 14 Mei 2018. Martha merupakan salah satu korban tewas dalam tragedi Bom Surabaya pada Minggu (13/5) lalu. ANTARA/M Risyal Hidaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machmud Arifin mengatakan bahwa 11 pelaku peledakan bom Surabaya dan Sidoarjo pada Ahad dan Senin, 13-14 Mei 2018 telah diidentifikasi. Polisi sudah mengetahui nama, alamat, dan latar belakang mereka.

    Hingga tadi, tinggal dua jenazah lagi yang sedang diidentifikasi. "Satu di antaranya agak sulit diidentifikasi karena kondisinya parah," kata Machmud kepada media, Selasa, 15 Mei 2018. Pelaku itu orang yang meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya. Dia meledakkan bom dengan cara menabrakkan motor.

    Baca: Polisi Serahkan 12 Jenazah Korban Meninggal Bom Surabaya ...

    Machmud berharap para pelaku bom ini segera diserahkan ke keluarganya. Namun jika tidak dijemput oleh pihak keluarga, maka polisi sendiri yang akan memakamkan.

    Selain jenazah pelaku pengeboman, polisi juga menyerahkan jenazah para korban kepada keluarganya. Dari 13 korban meninggal, tersisa satu jenazah yang belum dijemput keluarga. "Mudah-mudahan hari ini diserahkan."

    Baca: Ini Daftar Korban Ledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya  

    Selain korban meninggal, 33 korban luka-luka yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit. Termasuk enam anggota Polri yang sedang dalam masa penyembuhan. Seorang polisi dirawat di Rumah Sakit dr. Soetomo dan harus kehilangan satu matanya.

    Serangkaian ledakan bom Surabaya terjadi pada Ahad, 13 Mei, di tiga gereja, yaitu di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Tiga bom itu meledak selang tiga hingga lima menit. Malam harinya, bom bunuh diri juga meledak di rumah susun Wonocolo, Sidoarjo. Keesokan harinya, bom bunuh diri kembali terjadi di Polrestabes Surabaya.


    NUR HADI| REZKI ALVIONITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.