Polisi Serahkan 12 Jenazah Korban Meninggal Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana duka saat sejumlah korban tewas bom di tiga gereja di Surabaya disemayamkan di rumah duka, di Surabaya, Jawa Timur, 14 Mei 2018. REUTERS/Beawiharta

    Suasana duka saat sejumlah korban tewas bom di tiga gereja di Surabaya disemayamkan di rumah duka, di Surabaya, Jawa Timur, 14 Mei 2018. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyerahkan 12 jenazah korban meninggal akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya atau Bom Surabaya kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan total ada 18 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

    "Penyerahan terhadap hasil identifkikasi secara primer dan sekunder oleh korban secara keseleruhan ada 12 korban. Masih ada enam jenazah pelaku teroris yang belum diserahkan," ujar Frans, Senin, 14 Mei 2018.

    Baca: Tri Rismaharini: Cita-cita Anak Pelaku Bom di Surabaya Tak Lumrah

    Sementara itu, Frans menjelaskan jenazah keenam teroris itu belum diserahkan karena belum ada pihak keluarga yang mengambil. "Belum ada keluarga yang mengambil," ujarnya.

    Meski begitu, Frans menegaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) belum memastikan keseluruhan korban sudah teridentifikasi. "Karena kejadian ini mengakibatkan serpihan baik logam dan tubuh untuk mengdentifikasi. Data akan terus berkembang," ujarnya.

    Baca: Jokowi Minta Masyarakat Jaga Lingkungan dari Paham Radikal

    Dari data yang dihimpun, ada lima jenazah yang sudah diidentifikasi berdasarkan data primer dan sekunder. Lima jenazah itu adalah Singkaedi Handoko (58) yang beralamat di Sudirman Park, Jakarta Utara, dan Liem Kwakmi (56) yang beralamat di Poros Indah Tangerang. Keduanya adalah korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

    Selain itu, Daniel Putrakusuma (15) beralamat di Lubuk Utara, Surabaya, korban bom di Gereja Pantekosta. Korban Bom Surabaya lain yang telah teridentifikasi adalah Nursin (56) beralamat Tropodo, Sidoarjo, korban bom di GPPS dan Warsiman (57) beralamat di Sutarjo, Surabaya, korban bom di Gereja Pantekosta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.