Polri Minta Masyarakat Tak Sebar Video Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman CCTV menunjukkan bom meledak dari dua sepeda motor yang memasuki Mapolrestabes Surabaya.

    Rekaman CCTV menunjukkan bom meledak dari dua sepeda motor yang memasuki Mapolrestabes Surabaya.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta masyarakat tidak membagikan atau menyebarkan video kekerasan dan kesadisan teror bom di Surabaya. "Kalau sekarang sudah ada di gawai masing-masing, mohon agar dihapus. Sekali lagi, mohon agar dihapus," kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018.

    Setyo menjelaskan, alasan permintaannya itu adalah agar masyarakat tidak termakan kabar bohong atau hoax. Di tengah situasi genting seperti ini, kata dia, marak informasi dari sumber yang tidak jelas dan bisa mengakibatkan keresahan masyarakat.

    Baca: Ini Daftar Korban Ledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya

    Sejumlah hoax beredar pasca-ledakan bom di halaman Mapolresta Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018, pukul 08.50. Berita hoax itu seperti ledakan bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, serta ancaman di 15 mal di Jakarta dan lima pusat perbelanjaan di Surabaya.

    Setyo meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Namun masyarakat juga harus tetap waspada dan berjaga di lingkungan masing-masing. 

    Baca: Bom di Mapolrestabes Surabaya Diangkut dengan Sepeda Motor ...

    "Pak Kapolri sudah meminta seluruh kapolda meningkatkan kewaspadaan menjaga keamanan."

    Setelah serangkaian ledakan bom di Surabaya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat menjadikan teroris sebagai musuh bersama serta bersama-sama melawan terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.