Muhaimin Iskandar Resmi Bergelar Patuan Iskandar Jombang Harahap

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhaimin Iskandar Resmi Bergelar Patuan Iskandar  Jombang Harahap

    Muhaimin Iskandar Resmi Bergelar Patuan Iskandar Jombang Harahap

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi bergelar Patuan Iskandar Jombang Harahap. Penganugerahan gelar marga harahap kepada Muhaimin itu dilakukan dalam sebuah upacara pangadat di rumah dinas Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Minggu, 13 Mei 2018.

    Penganugerahan marga ditandai dengan penyematan bulang (mahkota Mandailing) oleh Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di kepala Wakil Ketua MPR ini, dilanjutkan pemberian upa-upa (nasihat) dari Ketua Pahadap (persatuan marga harahap dan anakboru ) Zungker Harahap. Setelah itu, penyerahan sertifikat pengakuan marga harahap kepada Muhaimin. Lalu acara diakhiri dengan menari tor-tor dan ramah tamah.

    Kepada Muhaimin, Zungker berharap pemberian gelar kehormatan itu bisa menambah semangat baginya sebagai Wakil Ketua MPR untuk bekerja lebih sungguh-sungguh dalam upaya mencapai cita-citanya. Dengan gelar kehormatan itu, Zungker meminta kepada Muhaimin untuk tidak melupakan persaudaraan dengan marga harahap.

    Menanggapi harapan tersebut, Muhaimin mengaku tersanjung dan berterima kasih telah mendapat anugerah kehormatan dari marga harahap. Ia berharap anugerah itu dapat mengeratkan hubungannya dengan marga harahap sekaligus berkontribusi bagi kemajuan marga harahap. Dengan pemberian gelar Harahap itu, Muhaimin berharap dapat mempermudah tugas-tugasnya sebagai pejabat negara.

    "Mudah-mudahan setelah ini akan ada orang dari marga harahap yang bisa menjadi Wakil Presiden Indonesia," kata Muhaimin disambut kalimat amin dari tetamu yang hadir dalam acara tersebut. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.