Bom di Sidoarjo Sempat Dikira Tabung LPG Meledak

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bom. shutterstock.com

    Ilustrasi bom. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang saksi mata bom di Sidoarjo, Kasmadi, mengira bom di Sidoarjo semula adalah ledakan tabung LPG. Sebelumnya, beberapa kali ledakan bom kembali terjadi di rumah susun di Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Ahad malam, 13 Mei 2018. Menurut informasi yang dihimpun, ledakan bom itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Rusunawa Blok B lantai 5.

    Kasmadi yang tinggal di blok A lantai 5 rumah susun mengatakan mendengar ledakan sekitar pukul 20.30 WIB. Dia bilang suara ledakan seperti ban truk yang meletus. Dia kemudian mendatangi lokasi ledakan yang berasal dari Blok B lantai 5.

    Di sana, satuan keamanan mengatakan ledakan berasal dari tabung LPG. Tapi, saat masuk ruangan dan melihat tabung gas LPG masih utuh, dia kemudian sadar bahwa yang meledak adalah bom. "Loh ini bom, langsung saya keluar," kata dia di sekitar lokasi kejadian, Ahad, 13 Mei 2018.

    Baca juga: Setelah Bom di Surabaya,Kini Meledak Lagi di Sidoarjo

    Dia melihat seorang laki-laki dan anak-anak berumur 12 tahun menjadi korban dalam ledakan bom di rumah susun di Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad malam, 13 Mei 2018. "Laki-laki itu dan anaknya yang dibawa (ke rumah sakit) berumur 12 tahun, lukanya di kaki," kata Kasmadi.

    Ledakan bom di rusun di Wonocolo terjadi pada hari yang sama dengan serangan bom bunuh diri terhadap tiga gereja di Surabaya yang terjadi pagi tadi. Akibat serangan bom bunuh diri tersebut, 13 orang meninggal dunia, enam di antaranya adalah pelaku.

    Baca juga: Rekaman CCTV Detik-detik Bom Gereja di Surabaya Meledak

    Simak kabar terbaru tentang bom Sidoarjo hanya di Tempo.co.

    HUSSEIN ABRI YUSUF MUDA | ROOSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.