Bom di Surabaya, Prabowo: Ada Pihak yang Ingin Membuat Gaduh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Milad 20 tahun PKS di DPP PKS Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Milad 20 tahun PKS di DPP PKS Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengutuk tindakan terorisme yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad pagi ini. Bom Surabaya telah menelan 13 korban jiwa, termasuk para pelaku.

    "Mungkin ada pihak-pihak yang ingin Indonesia gaduh dan kacau," kata Prabowo di Sentul, Jawa Barat, Ahad, 13 Mei 2018. Meskipun begitu, Prabowo tidak menyebutkan pihak mana yang ia maksud tersebut.

    Baca: Bom di Surabaya, Polisi Ungkap Dugaan Motif Pelaku

    Ledakan terjadi di tiga tempat di Surabaya, yaitu di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, dan Gereja Pantekosta. Ledakan terjadi dengan interval antar-lokasi sekitar lima menit.

    Polisi sudah mengantongi identitas para pelaku yang berjumlah enam orang. Mereka adalah satu keluarga, yang terdiri atas ayah, ibu, dua anak laki-laki, dan dua anak perempuan. Sang ayah, Dita Upriyanto, diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah di Surabaya.

    Baca: Pelaku Bom di Surabaya Satu Keluarga, Begini Pembagian Tugasnya

    Prabowo mengatakan kejadian bom tersebut merusak citra bangsa dan ketenangan masyarakat. Ia pun mengatakan tidak ada ajaran Islam mana pun yang mengajarkan kekerasan. "Islam di Indonesia adalah Islam yang cinta damai," ucapnya.

    Prabowo sebagai pemimpin Partai Gerindra menyebut partai koalisinya, Partai Keadilan Sejahtera, sebagai contoh baik dari Islam Nusantara. "PKS dianggap sebagai partai paling religius, tetapi mereka sendiri tidak memperbolehkan membenci agama lain, apalagi mengancam dan merusak tempat ibadah," tuturnya.

    Baca: Jokowi Jenguk Korban Bom Surabaya, Pengobatan Ditanggung Negara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.