Ciduk Terduga Teroris JAD, Densus 88 Sita Panah Berpeledak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudy Setiawan (kanan) menghimbau warga untuk menjauh dari sekitar lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, 13 Mei 2018. Dalam peristiwa ledakan bom di Surabaya ini, sedikitnya 11 orang tewas. ANTARA/Moch Asim

    Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudy Setiawan (kanan) menghimbau warga untuk menjauh dari sekitar lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, 13 Mei 2018. Dalam peristiwa ledakan bom di Surabaya ini, sedikitnya 11 orang tewas. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus Anti Teror atau Densus 88 menyita dua bilah panah dengan ujung busur berbahan peledak dalam penangkapan dua anggota jaringan terorisme JAD. Senjata itu diduga akan digunakan untuk menyerang Mako Brimob."Salah satu barang bukti yang disita itu alat panah yang ujung busurnya dipasang bahan peledak," ujar kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Ahad 13 Mei 2018.

    Setyo menjelaskan busur itu dipasang sejenis peledak di ujungnya. Jadi saat dilesatkan busur itu bisa meledak. Saat ini senjata itu sedang dalam pemeriksaan dan diteliti bahaya serta daya ledaknya. Menurut dia, para teroris semakin memiliki alat-alat maju dalam menyiapkan aksi terornya.

    Baca: Densus 88 Tangkap Lagi Dua Terduga Teroris Jaringan JAD ...

    Selain itu, kata Setyo, Densus 88 juga menyita sejumlah bahan peledak. "Polisi juga menyita barang bukti bahan peledak."

    Pada subuh Ahad, Densus 88 menangkap M dan G di tempat terpisah. M di Cikarang dan G di Sukabumi. Mereka ditangkap setelah kepolisian mendapat informasi saat melumpuhkan empat terduga teroris yang juga anggota jaringan JAD di Cianjur.

    Setyo menyebutkan keduanya berencana menyerang Mako Brimob. Namun dalam perjalanan ke Jakarta, Densus 88 telah melumpuhkan empat terduga teroris di Cianjur. Mereka adalah Batti Bagus Nugraha, 21 tahun, Dwi Cahyo Nugroho, 23 tahun, Agus Riyadi, 33 tahun, dan Haji Saputra, 24 tahun.

    Baca: Empat Teroris yang Tewas di Cianjur Akan Serang Mako Brimob ...

    Sedangkan M dan G ditangkap setelah mendapatkan informasi saat penangkapan di Cianjur. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan. Setyo menolak menjelaskan lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan.

    Setyo mengatakan kepolisian belum bisa memastikan apakah sejumlah kejadian teror antara pelaku kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, terduga teroris yang ditangkap anggota Densus 88, dan pelaku bom bunuh diri di Surabaya berasal dari gerakan yang sama. "Penyidik masih menganalisa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.