Densus 88 Tangkap Lagi Dua Terduga Teroris Jaringan JAD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Identifikasi Polres Banyumas melakukan persiapan penggeledahan rumah Sidik (33), terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, di Desa Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jateng, 1 Februari 2018. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    Tim Identifikasi Polres Banyumas melakukan persiapan penggeledahan rumah Sidik (33), terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, di Desa Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jateng, 1 Februari 2018. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Densus 88 Antiteror menangkap dua anggota jaringan teroris Jemaah Ansarut Daulah (JAD) lainnya setelah melumpuhkan empat terduga terorisme di Cianjur pada Ahad dinihari.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan dua anggota JAD tersebut berinisial M dan G. Densus 88 menangkap mereka di tempat terpisah, yakni M di Cikarang dan G di Sukabumi.

    Baca: Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi: Tengah Siapkan Serangan?

    "Informasi dua anggota tersebut didapatkan Densus 88 setelah menginterogasi para terduga teroris yang ditembak di Cianjur sebelum meninggal," kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Ahad, 13 Mei 2018.

    Setyo mengatakan dalam penangkapan pada Ahad subuh, polisi menyita sejumlah alat peledak dan dua anak panah yang mengandung bahan peledak. Saat ini, dua anggota JAD tersebut masih dalam pemeriksaan.

    Baca: Penangkapan Teroris, Polisi dan Pelaku Baku Tembak di Cianjur

    Menurut Setyo, pergerakan jaringan JAD ini berencana akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob. Dalam perjalanan menuju Mako Brimob, Densus 88 mampu melumpuhkan empat terduga teroris di Cianjur. Mereka adalah Batti Bagus Nugraha, 21 tahun, Dwi Cahyo Nugroho (23), Agus Riyadi (33), dan Haji Saputra (24). Dari keterangan merekalah, M dan G akhirnya bisa diciduk.

    Setyo mengatakan pergerakan jaringan dari JAD sudah terdeteksi oleh kepolisian saat ada aktivitas latihan militer di Sukabumi sejak sebulan lalu. "Info dari intelijen, ada aktivitas latihan militer beberapa waktu lalu di Sukabumi," ujarnya.

    Meski begitu, kepolisian belum bisa memastikan apakah sejumlah kejadian teror, termasuk bom bunuh diri di Surabaya merupakan gerakan yang sama. "Penyidik masih menganalisis," kata Setyo.

    Baca: Terduga Teroris di Cianjur Ditembak karena Melakukan Perlawanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.