Empat Teroris yang Tewas di Cianjur Akan Serang Mako Brimob

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka teroris SH (kanan) dan AR (kiri) dikawal ketat petugas Densus 88 Antiteror saat rekonstruksi rencana pembuatan bom di Kiaracondong, Bandung, J26 Oktober 2017. Lima orang teroris, AK, AR, YF, SH dan R masuk dalam jaringan JAD Bandung Raya dibawah naungan ISIS Bahrum Naim. ANTARA

    Tersangka teroris SH (kanan) dan AR (kiri) dikawal ketat petugas Densus 88 Antiteror saat rekonstruksi rencana pembuatan bom di Kiaracondong, Bandung, J26 Oktober 2017. Lima orang teroris, AK, AR, YF, SH dan R masuk dalam jaringan JAD Bandung Raya dibawah naungan ISIS Bahrum Naim. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan empat terduga teroris yang tewas di Cianjur berencana akan melakukan penyerangan di Mako Brimob.

    "Mereka berencana akan menyerang Mako Brimob," kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Ahad, 13 Mei 2018.

    Baca: Penangkapan Teroris, Polisi dan Pelaku Baku Tembak di Cianjur

    Keempat orang terduga teroris tewas ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 dalam perjalanan menuju Jakarta. Mereka adalah Batti Bagus Nugraha, 21 tahun, Dwi Cahyo Nugroho (23), Agus Riyadi (33), dan Haji Saputra (24).

    Setyo mengatakan mereka merupakan jaringan dari Jemaah Ansarut Daulah (JAD). Gerakan para terduga teroris tersebut sudah terdeteksi oleh kepolisian saat ada aktivitas latihan militer di Sukabumi sejak sebulan lalu.

    Baca: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris dan Istrinya di Sukabumi

    Setyo menyebutkan Densus 88 sempat melakukan interogasi sebelum para terduga teroris meninggal. Saat itu, kepolisian mendapatkan dua nama terduga terorisme.

    Densus 88, kata Setyo, langsung bergerak dan menangkap dua anggota JAD lainnya, M dan G, pada Ahad subuh. "M ditangkap di Cikarang, dan G di Sukabumi," ujarnya.

    Dalam penangkapan oleh Densus 88 di Cianjur, kepolisian menyita dua senjata api jenis revolver dan 8 buah peluru serta sejumlah kartu identitas dari terduga teroris. Sedangkan dalam penangkapan M dan G, kepolisian menyita alat peledak dan dua anak panah yang mengandung bahan peledak.

    Baca: Terduga Teroris di Cianjur Ditembak karena Melakukan Perlawanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.