Bercanda Bom, 5 Penumpang Lion Air Diturunkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pesawat Lion Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Djalaludin, di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 29 April 2018 malam. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir dan keluar landas pacu sesaat setelah mendarat ketika hujan deras. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    Kondisi pesawat Lion Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Djalaludin, di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 29 April 2018 malam. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir dan keluar landas pacu sesaat setelah mendarat ketika hujan deras. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan Lion Air menindak tegas penumpang pesawat yang melakukan gurauan bom (bomb joke) dengan menurunkan penumpang dan rombongan tersebut.

    "Sesuai dengan prosedur atas sikap penumpang itu, Lion Air menurunkan (offload) penumpang berinisial ZN dan rombongannya," ujar Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 13 Mei 2018.

    Baca: Erupsi Gunung Merapi, Lion Air Belum Akan Alihkan Penerbangan

    ZN dan rombongan yang berjumlah empat orang beserta 10 bagasi merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 618 rute Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)-Pangkal Pinang. Dia harus menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut di aviation security.

    Candaan soal bom ini dilakukan ZN saat pesawat Lion Air dengan penerbangan nomor JT 618 akan bertolak dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka (PGK), pada Sabtu, 12 Mei 2018, pukul 15.50.

    "ZN, seorang penumpang laki-laki yang ketika proses masuk ke pesawat (boarding), menyebutkan kata ‘bom’ ke salah satu awak kabin (flight attendant/FA)," kata Danang.

    Untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

    Lion Air, kata Danang, melakukan proses pengecekan ulang seluruh penumpang dan barang bawaan. Sebanyak 148 penumpang dewasa, dua bayi, barang bawaan, beserta bagasinya, harus melalui tahapan pengecekan ulang kembali (screening).

    Baca: Erupsi Merapi, Enam Penerbangan Lion Air Group Terganggu

    Dengan kerja sama antara awak pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/avsec), proses pemeriksaan bisa diselesaikan. "Hasilnya adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Danang.

    Setelah pemeriksaan ulang dilakukan, Lion Air JT 618 telah diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 16.40 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 15.50 WIB dan telah mendarat di Pangkalpinang pada 17.40 WIB.

    Kejadian tersebut berdampak pada keterlambatan dan penundaan terbang dari Pangkalpinang ke Cengkareng dan Cengkareng menuju Bandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG). 

    Pihak Lion Air menyerahkan ZN dan rombongannya ke avsec Angkasa Pura II cabang Soekarno-Hatta, otoritas bandar udara, serta pihak berwenang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.