Basarah: Pisahkan Dakwah Politik Keumatan dari Politik Praktis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basarah: Pisahkan Dakwah Politik Keumatan dari Politik Praktis

    Basarah: Pisahkan Dakwah Politik Keumatan dari Politik Praktis

    INFO NASIONAL - MPR RI dan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mengadakan kerja sama Sosialisasi Empat Pilar yang dirangkai dengan Pelatihan Mubaligh Moderat di Hotel Tanjung, Surabaya. Peserta pelatihan berasal dari perwakilan 38 Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Timur, Sabtu, 12 Mei 2015. Acara dihadiri Wakil Ketua MPR, Ahmad  Basarah dan Pengurus Pusat Pemuda Muhamadiyah Muhammad Sukron.

    Dalam ceramahnya, Basarah mengatakan dakwah keumatan penting untuk dilakukan pemuka agama, apa pun agamanya. Karena setiap agama pasti mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik, dan mencegah hal-hal yang buruk bagi umat dan bangsanya sendiri. Tetapi yang harus diingat adalah, jangan sampai mempolitisasi ayat-ayat kitab suci hanya demi  tujuan politik praktis atau untuk merebut kekuasaan politik semata. "Untuk itulah Undang-Undang Pemilu dan  Pilkada melarang politik praktis dilakukan di rumah-rumah ibadah," ujarnya. 

    Basarah mengatakan, "Dakwah politik di sini adalah politik sebagaimana pernah dikatakan Gus Dur, yakni sebagai sesuatu yang mulia karena memperjuangkan nasib orang banyak. Justru kalau orang-orang baik tidak mau berpolitik, maka dunia politik akan dikuasai orang-orang jahat yang akan merusak negara. Namun harus diingat, dakwah politik di sini adalah dakwah keumatan dan kebangsaan. Bukan politik praktis atau politik kekuasaan," ucapnya.  

    Jika memang niatnya berdakwah untuk politik praktis, hendaknya tidak membohongi umat dengan menggunakan jubah atau dalil-dalil agama, tetapi langsung saja bergabung dengan partai politik sehingga dapat secara leluasa menyampaikan sikap-sikap dan kepentingan politiknya. Politisasi agama hanya akan memecah belah persatuan bangsa, jika yang menggunakannya hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya, apalagi dengan menghalalkan segala cara seperti mempolitisasi isu SARA. "Bagi saya, Islam terlalu mulia, jadi janganlah direndahkan hanya menjadi alat untuk merebut kekuasaan politik praktis semata," ujar Pendiri Baitul Muslimin Indonesia itu

    Untuk itulah, pelatihan Mubaligh Moderat Muhammadiyah yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Pemuda Muhamadiyah Jawa Timur ini menemukan relevansinya di tengah-tengah fenomena politisasi agama dalam pilkada di Indonesia. Basarah berharap agar dakwah yang diperjuangkan oleh kader-kader Pemuda Muhamadiyah, akan bernuansa dakwah politik keumatan dan kebangsaan yang menyejukkan serta senantiasa memperkukuh ukhuwah Islamyah, Wathoniyah dan Basariah. "Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Jika semua mubaligh menyiarkan kedamaian dan kesejukan, maka citra Islam dan umat Islam Indonesia di mata umat beragama yang lain akan semakin simpatik. Hal itu tentu sangat baik bagi perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia internasional," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.