PAN Terinspirasi Kemenangan Mahathir Mohamad untuk Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia ke 7, Mahathir Mohamad, melambaikan tangan pada jumpa pers di Hotel Sheraton Petaling Jaya, seusai dilantik sebagai PM oleh Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V, Kamis, 10 Mei 2018. EPA - EFE

    Perdana Menteri Malaysia ke 7, Mahathir Mohamad, melambaikan tangan pada jumpa pers di Hotel Sheraton Petaling Jaya, seusai dilantik sebagai PM oleh Yang Dipertuan Agong, Sultan Muhammad V, Kamis, 10 Mei 2018. EPA - EFE

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno terinspirasi kemenangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk diterapkan pada pemilihan presiden 2019.

    "Yang menjadi inspirasi bagi kami adalah bagaimana Pak Mahathir itu mengandeng isu-isu real yang dibawa," kata Eddy saat ditemui usai diskusi Pemilu Tanpa SARA di Hotel Ibis Cikini, Sabtu, 12 Mei 2018.

    Baca juga: Mengapa Rhoma Irama Pilih Bawa Gerbong Idaman ke PAN?

    Menurut Eddy, Mahathir bisa menyentuh masyarakat dengan isu yang ada. Hal itu kata Eddy menjadi pembelajaran bagi PAN agar tidak menghadirkan isu-isu yang populis dan politik identitas.

    "Menurut saya, siapa yang bisa menggandeng isu yang terbaik dan memberikan solusi atas isu-isu tersebut, dia kemudian akan unggul di Pilpres 2019," ujar Eddy.

    Koalisi Pakatan Harapan pimpinan bekas Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, memenangkan pemilu Malaysia.

    Ini membuat Mahathir Mohamad, yang pernah menjadi Perdana Menteri selama 22 tahun, bakal kembali ke tampuk kekuasaan menggantikan Najib Razak, yang sebelumnya menjadi PM selama 9 tahun dan bekas anak didiknya yang kemudian pecah kongsi.

    Baca juga: Zulkifli Hasan: Kehormatan Besar Partai Idaman Bergabung ke PAN

    Kemenangan Pakatan Harapan ini mengakhiri dominasi koalisi Barisan Nasional, yang telah berkuasa di Malaysia selama 61 tahun, termasuk saat Mahathir menjadi PM pada 1981 – 2003.

    Lebib lanjut Eddy mengatakan tidak ada usia pensiun dalam politik. "Tidak ada usia pensiun dalam politik, itu yang penting," kata Eddy.

    Eddy juga mengatakan melihat di Pilkada-pilkada petahana bisa dikalahkan. Menurut Eddy bukan berarti petahana itu kebal kekalahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.