TNI AL Punya Denjaka dan Paska untuk Atasi Teroris

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Detasemen Jalamangkara (Denjaka) berjaga dengan senjata lengkap saat latihan operasi Intelijen Kontra Terorisme di gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Latihan ini melibatkan pasukan khusus Denjaka, Satkopaska dan Taifib. ANTARA/M Agung Rajasa

    Anggota Detasemen Jalamangkara (Denjaka) berjaga dengan senjata lengkap saat latihan operasi Intelijen Kontra Terorisme di gedung Pelni, Jakarta, 20 Desember 2015. Latihan ini melibatkan pasukan khusus Denjaka, Satkopaska dan Taifib. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Gig Jonais Mozes Sipasulta mengatakan TNI AL memiliki pasukan khusus yang siap menangani teroris.

    "TNI AL punya Pasukan Katak (Paska) dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang tugasnya untuk hal yang spesifik seperti itu," kata Gig Jonais saat dihubungi, Sabtu, 12 Mei 2018.

    Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik menghidupkan kembali satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah kejadian kerusuhan yang melibatkan narapidana teroris dan aparat di Rutan Mako Brimob.

    Baca juga: Mengenal Koopssusgab, Pasukan Gabungan Antiteror TNI

    "Sudah saya sampaikan ke Presiden dan beliau sangat tertarik untuk dapat dihidupkan kembali," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat, 11 Mei 2018.

    Detasemen Jalamangkara pernah diterjunkan untuk membebaskan 20 awak kapal Kargo Sinar Kudus yang disandera di Somalia pada 2011. Personel Denjaka diisi prajurit terbaik TNI AL. Denjaka memiliki tugas utama, yaitu menangani sabotase, teror, dan operasi intelijen rahasia.

    Pada 20 Desember 2015, Denjaka dan Satuan Komando Pasukan Katak Satkopaska mempraktikkan aksi Operasi Intelijen Kontra Terorisme oleh TNI AL. Sebanyak 50 personel diturunkan untuk menyelesaikan latihan operasi tersebut.

    Latihan tersebut merupakan latihan kontra intel dan tertutup. Tim menyamar saat melaksanakan aksinya. Beberapa di antara mereka menyamar sebagai petugas kebersihan gedung dan petugas rehab gedung. Tim aksi kemudian bergerak menyelamatkan sandera setelah diberi informasi mengenai keberadaan sandera oleh tim intel. Setelah itu, baru melakukan aksi penyerangan.

    Baca juga: Begini Persiapan Denjaka dan Pasukan Katak Atasi Teror

    Dalam latihan, tim diberikan dasar operasi Klandestin dan kontra intelijen, prinsip dasar security intelijen (cover, concealment, compartment, dan communication/sandi), pengorganisasian operasi intelijen, serta penyelamatan kapal pembebasan sandera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.