Pengamat: Tanpa Didampingi Muhaimin, Ulama NU Tetap Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan bersama tamu undangan Muhaimin Iskandar turun dari Skytrain sebelum peresmian pengoperasian kereta bandara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 2 Januari 2018. Jokowi dijaga oleh sejumlah paspampres yang mengenakan pakaian kasual. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan bersama tamu undangan Muhaimin Iskandar turun dari Skytrain sebelum peresmian pengoperasian kereta bandara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 2 Januari 2018. Jokowi dijaga oleh sejumlah paspampres yang mengenakan pakaian kasual. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang, mengatakan ulama Nahdlatul Ulama tetap berada di barisan belakang Joko Widodo, meski Jokowi tidak melamar Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden dalam menghadapi pemilihan umum 2019.

    "Dalam pengamatan saya, tanpa didampingi Muhaimin Iskandar pun, ulama NU tetap berada di belakang Jokowi pada pilpres 2019," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Sabtu, 12 Mei 2018.

    Partai Kebangkitan Bangsa saat ini ngotot mendorong Muhaimin Iskandar menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019. PKB menyebut juga akan memunculkan poros baru jika Jokowi tak bersedia menerima pinangan Muhaimin.

    Baca juga: Survei: Muhaimin Iskandar Paling Cocok Jadi Cawapres Jokowi

    Ahmad Atang mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar adalah tokoh muda yang produktif, tapi dukungan politik tidak terlalu signifikan jika partai mendorongnya untuk mendampingi Jokowi.

    "Dan PKB bukan partai yang jumlah kursinya besar di parlemen saat ini. Jadi, tanpa Muhaimin, ulama NU tetap berada di belakang Jokowi," kata Ahmad Atang.

    Muhaimin Iskandar mengklaim partai yang dipimpinnya sudah secara bulat mendukungnya sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam pemilu presiden-wakil presiden periode 2019-2024.

    "Sudah (resmi). Atas nama PKB, saya sendiri yang mengumumkan, kita mengumumkan mendukung Pak Jokowi berpasangan dengan saya," kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, setelah menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.

    Dukungan PKB terhadap Jokowi, kata Cak Imin, bukan tanpa syarat, karena dirinya sudah bersikukuh menjadi cawapres mendampingi Jokowi.

    Baca juga: Muhaimin: Sangat Optimistis Dampingi Jokowi

    Ketika disinggung apa dampak jika Jokowi tidak memilihnya, Cak Imin enggan berkomentar.

    Cak Imin mengaku sangat optimistis dipercaya menjadi cawapres mendampingi Jokowi di pilpres 2019.

    Dia mengaku sedang melakukan safari politik ke sejumlah pimpinan partai politik untuk meminta dukungan agar proses pencalonannya berjalan mulus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.