Canda Pramono Anung Soal Lemparan Basket Untung-Untungan ala PKB

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Pramono Anung melakukan tembakan tiga angka saat bertanding basket melawan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 12 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung melakukan tembakan tiga angka saat bertanding basket melawan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 12 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bogor - Sekretaris Kabinet Pramono Anung melemparkan guyonan politik saat bermain basket bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan peserta Developmental Basketball League (DBL) di Halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 12 Mei 2018.

    Mulanya Pramono dan Imam bermain one-on-one sekaligus pemanasan. Pramono sukses beberapa kali memasukkan bola ke dalam ring, sementara Imam dalam setiap percobaannya selalu gagal.

    Baca: Tanding Basket dengan Atlet DBL, Tim Jokowi Kalah Telak

    Pramono menyebut lemparan Imam seperti cara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Kalau PKB seperti ini, banyak lempar, untung-untungan," kata dia, Sabtu, 12 Mei 2018. Imam yang juga politikus PKB tertawa mendengar lelucon dari Pramono itu.

    Berbeda dengan Imam, Pramono menyebut lemparannya ala Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Kalau PDIP langsung di bawag ring. Sudah pasti," ujarnya.

    Baca: Jokowi Ajak Ulama Bersatu Dukung Perdamaian di Afghanistan

    Usai pemanasan, keduanya bermain bersama Presiden Jokowi dan atlet-atlet DBL. Imam dan Jokowi berada di tim merah, sedangkan Pramono di tim putih.

    Dalam pertandingan satu babak selama lima menit itu, tim Pramono berhasil mengalahkan tim Imam dan Jokowi dengan skor telak 18-2. Imam dan Jokowi gagal mencetak satu poin sementara Pramono sukses sukses mencetak tembakan tiga angka.

    Usai bertanding, Pramono kembali melemparkan lelucon yang sama. Kali ini ia sampaikan kepada Jokowi. "Bedanya PKB dan PDI Perjuangan itu, pak. PKB nyoba terus, siapa tau untung," kata Pramono. Jokowi yang mendengarnya ikut tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.