Napi Kasus Terorisme di Malang Dijaga Ketat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, memasuki dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Sebanyak 145 napi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, memasuki dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Sebanyak 145 napi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Malang - Kepala Kepolisian Resor Malang Kota Ajun Komisari Besar Asfuri bersama puluhan personil memeriksa narapidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang, Jumat, 11 Mei 2018. Mereka memeriksa ruang tahanan, dan kondisi narapidana menyusul kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    "Mengecek secara keseluruhan. Semua di dalam Lapas, termasuk blok tahanan narkoba, pidana umum, dan korupsi," kata Asfuri kepada wartawan. Sementara para wartawan tak diijinkan masuk ke dalam Lapas.

    Baca: Kerusuhan Mako Brimob, Ryamizard: Itu Pelajaran, walaupun Pahit

    Selain itu, kata Asfuri, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kepala Lapas Lowokwaru Malang, Syukron untuk pengamanan, meskipun selama ini para personil polisi telah secara rutin berpatroli dan mengecek keamanan Lapas. Tujuannya untuk usaha pemantauan, dan menjaga keamanan Lapas.

    "Ada petugas piket jaga yang berpatroli setiap hari. Mengecek kemanan Lapas," katanya.

    Sementara Syukron menjelaskan ada dua narapidana terorisme di lapas tersebut, yakni Eka Saputra, 37 tahun dan Asmi Fuadi alias Anton. Eka napi terorisme yang terlibat jaringan ISIS, sebelumnya ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sedangkan Asmi merupakan jaringan kelompok Ciputat, terlibat kasus bom Beji. Sebelumnya ia ditahan di Lapas Bojonegoro.

    Narapidana terorisme ditempatkan di ruang tahanan yang terpisah dengan narapidana lain. Tujuannya agar mereka tak menyebarkan paham radikalisme dan terorisme. Setiap hari, katanya, ada petugas khusus yang memantau profil berinteraksi dengan siapa saja.

    Baca: Setelah Disandera di Rutan Mako Brimob, Bripka Iwan Trauma

    "Didata, dicek dan dilaporkan," katanya. Selama ini, katanya, ada standar khusus pengamanan narapidana terorisme. Selain itu, juga kamera pengawas memantau pergerakan para napi. Setelah kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kementerian Hukum dan HAM menginstruksikan agar diintensifkan koordinasi dengan petugas Kepolisian.

    "Untuk menjaga stabilitas keamanan di lapas." Sedangkan narapidana terorisme juga beribadah di masjid Attaubah di dalam Lapas. Juga mengikuti pengajian dan khataman Al Quran.

    Lapas Lowokwaru berkapasitas sekitar 900 orang, dihuni 2.560. Jumlah narapidana dan tahanan tiga kali lipat lebih banyak dari kapasitas ruangan. Total jumlah petugas sebanyak 224, sebanyak 132 diantaranya petugas jaga yang terbagi dalam empat regu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.