Jokowi Ajak Ulama Bersatu Dukung Perdamaian di Afghanistan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika bersilaturahmi dengan nelayan di Istana Negara, Jakarta, 8 Mei 2018. Silaturahmi ini guna mencari masukan dari para nelayan. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi memberikan sambutan ketika bersilaturahmi dengan nelayan di Istana Negara, Jakarta, 8 Mei 2018. Silaturahmi ini guna mencari masukan dari para nelayan. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan ulama berperan penting mewujudkan perdamaian di Afghanistan. Meski hal itu tidak mudah, Jokowi meminta semua pihak tidak mudah putus asa.

    "Di sinilah, saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat akan perdamaian," kata Jokowi saat membuka Konferensi Ulama Trilateral Afghanistan-Indonesia-Pakistan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Mei 2018.

    Baca: Ulama Indonesia, Afganistan dan Pakistan Siap Dialog

    Jokowi menuturkan ulama adalah agen perdamaian karena memiliki potensi membentuk wajah umat yang damai. Sebab, kata dia, umat akan mendengar dan meneladani setiap perkataan serta sikap para ulama.

    Lewat suara para ulama Pakistan, Indonesia, dan Afghanistan inilah, Jokowi berpendapat semangat persatuan untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat. Meski menjadi tugas berat, Jokowi menilai mewujudkan perdamaian adalah tugas mulia para ulama.

    "Untuk itulah, saya kembali menyerukan, mari kita niatkan pertemuan ini semata hanya untuk meraih rida Allah melalui menabur benih-benih perdamaian dan menghindari kekerasan di antara hamba-hambanya," ucap Jokowi.

    Baca: Jokowi akan Buka Konferensi Ulama Afghanistan-Indonesia-Pakistan

    Konferensi Ulama Trilateral Afghanistan-Indonesia-Pakistan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan dan Pakistan awal 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Februari juga sempat hadir dalam pertemuan Kabul Peace Process, Kabul, Afghanistan.

    Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, konferensi ini bertema “Islam Rahmatan lil Alamin, Perdamaian dan Stabilitas di Afghanistan”. Topik perdamaian dan persahabatan dalam Islam, ekstremisme, toleransi, dan peran negara serta langkah ke depan menjadi agenda utama pembahasan.

    Saat bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Presiden Mamnoon Hussain, juga Perdana Menteri Shahid Abbasi dari Pakistan, Jokowi menawarkan menyelenggarakan konferensi ulama trilateral di Indonesia. "Alhamdulilah Pakistan menyambut baik dalam komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afghanistan," tutur Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.