Jokowi Puji Pemilu Malaysia Berjalan Lancar dan Aman

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohammad menyampaikan Ceramah Umum 'Malaysia-Indonesia: Dulu, Kini dan Selamanya' di Jakarta (14/4). Pada ceramah umum tersebut, Mahathir memaparkan demokrasi, politik, koalisi dan pendidikan Negeri Jiran. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Mahathir Mohammad menyampaikan Ceramah Umum 'Malaysia-Indonesia: Dulu, Kini dan Selamanya' di Jakarta (14/4). Pada ceramah umum tersebut, Mahathir memaparkan demokrasi, politik, koalisi dan pendidikan Negeri Jiran. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memuji proses pemilihan umum di Malaysia yang berjalan aman dan lancar. “Saya senang mendengar proses demokrasi berjalan lancar dan aman,” ucap Jokowi dalam keterangan Biro Pers Istana di Jakarta, Kamis, 10 Mei 2018.

    Jokowi pun langsung menelepon Perdana Menteri Malaysia terpilih, Mahathir Mohamad, Kamis pukul 21.55 WIB. Jokowi mengucapkan selamat atas kemenangan Mahathir dalam pemilihan umum di Malaysia.

    Baca: Mahathir Mohamad Meminta Raja Malaysia segera Lantik PM Baru

    Jokowi pun mengapresiasi jalannya pemungutan suara yang berjalan tertib. “Saya mengucapkan selamat atas kemenangan Pekatan Harapan pada Pilihan Raya Umum Ke-14 kemarin,” kata Jokowi kepada Mahathir. 

    Mahathir Mohammad resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia, Kamis malam, 10 Mei 2018. Mahathir terpilih kembali setelah mengalahkan calon perdana menteri inkumben, Najib Razak, pada pemilihan.

    Baca: Eksklusif: Mahathir Menang Pemilu, Pengamat Sebut Ini Alasannya

    Dengan pelantikan itu, Mahathir menjadi Perdana Menteri Malaysia ketujuh. Jabatan ini merupakan yang kedua kali bagi Mahathir setelah menjadi perdana menteri selama 22 tahun pada 1981-2003.

    Jokowi meyakini hubungan Indonesia dengan Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir makin baik. "Saya mendoakan Bapak Mahathir terus diberikan kesehatan untuk jalankan amanah rakyat Malaysia ini,” tutur Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.