Kerusuhan Mako Brimob, GP Ansor: Segera Akhiri Drama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil membawa jenazah anggota Densus 88 korban kerusuhan Rutan Mako Brimob di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, 9 Mei 2018.  Sementara jenazah narapidana terorisme, yaitu Benny Syamsu Tresno masih ada di ruang forensik untuk dilakukan penyelidikan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Mobil membawa jenazah anggota Densus 88 korban kerusuhan Rutan Mako Brimob di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, 9 Mei 2018. Sementara jenazah narapidana terorisme, yaitu Benny Syamsu Tresno masih ada di ruang forensik untuk dilakukan penyelidikan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta aparat segera bertindak tegas mengakhiri "drama" mencekam lebih dari 28 jam kerusuhan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

    "'Drama' ini harus diakhiri, sudah lebih 28 jam para teroris menguasai Mako Brimob.” Yaqut menyampaikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis dini hari. Ia meminta aparat mengambil tindakan tegas sesegera mungkin.

    Baca: Polisi Klaim Sudah Kendalikan Kerusuhan di Mako Brimob

    Ia menilai baik langkah negosiasi. Tapi jika sudah bisa diprediksi akan buntu dan dibutuhkan tindakan represif, sebaiknya dilakukan. "Toh, tidak ada jaminan juga korban tidak akan bertambah," kata Yaqut yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB itu.

    Yaqut menyatakan tindakan yang dilakukan para narapidana terorisme itu sudah melampaui batas dan melecehkan kewibawaan Polri. Karenanya, ini menimbulkan spekulasi negatif yang masif beredar luas di masyarakat sehingga harus dihentikan.

    Baca: Lima Jenazah Kerusuhan Mako Brimob Dijemput Keluarga

    “Ada kaidah ushul fikih, mudharat yang lebih berat dihilangkan dengan mudharat yang lebih ringan.” Penguasaan dan pembangkangan para napi teroris yang menimbulkan kerusuhan Mako Brimob itu dinilainya sebagai kasus serius yang tidak bisa ditangani biasa saja. “Dampaknya sangat luar biasa.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.