500 Penyuluh Agama di Jawa Timur Dikerahkan Tangkal Radikalisme

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan ribu warga Sukoharjo yang didominasi pelajar SLTA dan orgnisasi masa berkumpul di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, 29 Juli 2016. Dengan dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mereka mendeklarasikan anti radikalisme dan mengecam praktik bom bunuh diri di Mapolresta Solo jelang Lebaran lalu. Acara deklarasi tersebut juga dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori peserta terbanyak yaitu 26.955 orang. Bram Selo Agung/Tempo

    Puluhan ribu warga Sukoharjo yang didominasi pelajar SLTA dan orgnisasi masa berkumpul di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, 29 Juli 2016. Dengan dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mereka mendeklarasikan anti radikalisme dan mengecam praktik bom bunuh diri di Mapolresta Solo jelang Lebaran lalu. Acara deklarasi tersebut juga dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori peserta terbanyak yaitu 26.955 orang. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Malang - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menurunkan 500 penyuluh agama untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Setiap kecamatan terdapat seorang penyuluh agama untuk mencegah terorisme.

    "Setiap kecamatan ada delapan penyuluh agama, salah satunya untuk menangkal radikalisme dan terorisme," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Syamsul Bahri di Malang, Rabu, 9 Mei 2018. Sebanyak 100 penyuluh telah dilatih khusus dan dibekali dengan metode untuk menangkal paham radikalisme.

    Baca: Budi Gunawan Ungkap Temuan BIN: 39 Persen Mahasiswa Radikal

    Mereka diturunkan terutama di kawasan yang rawan terpapar paham radikalisme dan terorisme. Untuk itu, Kementerian Agama bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) telah melatih penyuluh agama.

    Penyuluh agama berasal dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Mereka juga telah disiapkan modul ayat-ayat damai sebagai kontra narasi menangkal terorisme.

    Baca: Syafii Maarif Ajak Masyarakat Lawan Kelompok Radikal

    Ketua FKPT Jawa Timur, Soubar Isman menjelaskan bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak di masyarakat. Mereka juga berfungsi menyebarkan kearifan lokal untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

    "Jawa Timur kategori waspada, kami telah siap siaga menangkal paham radikalisme," ujarnya. FKPT juga telah menggandeng seniman untuk menangkal terorisme. Mereka dilibatkan untuk kampanye melalui kesenian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.