Dolar AS Naik, Oesman Sapta Minta Masyarakat Tak Perlu Cemas

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oesman Sapta: Memahami Pancasila Harus Dimulai dari Batin

    Oesman Sapta: Memahami Pancasila Harus Dimulai dari Batin

    INFO NASIONAL -  Beberapa hari belakangan ini, pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah naik secara bertahap hingga menembus angka Rp 14 ribu per dolar Amerika. Melihat kondisi itu, perbankan dan masyarakat luas pun dibuat menjadi khawatir. Merespons fenomena itu, Wakil Ketua Mejelis Permusyawaratan Rakyat Oesman Sapta mengatakan masyarakat Indonesia tidak perlu cemas.

    "Enggak usah cemas, fenomena itu terjadi dalam circle dunia ekonomi, bukan di Indonesia saja.  Indonesia hanya terkena dampaknya. Negara lain juga akan begitu. Ini fenomena global, masalah dunia bukan hanya di Indonesia.  Bolehlah marah jika masalah ini hanya terjadi di Indonesia.  Saya yakin pemerintah memperhatikan serius hal ini dan akan menempuh langkah-langkah mengatasinya," katanya setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Novotel, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa, 8 Mei 2018.

    Dia menekankan hal terpenting adalah bagaimana rakyat Indonesia menumbuhkan perekonomiannya dengan kekuatan yang ada, terutama perekonomian daerah. Untuk itu, dia meminta agar sistem perekonomian yang sesuai dengan Pancasila harus dipegang teguh.

    "Keberpihakan dan penguatan kepada daerah sangat diutamakan.  Ini bukan daerahisme atau ego kedaerahan, tapi keberpihakan pada daerah untuk membangun dari pinggiran daerah ke kota," ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.