JK Tak Yakin Kerusuhan di Mako Brimob Terkait Terorisme

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Eka Kusna Sila Jaya dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan usai menyampaikan laporan SPT pajak tahun 2017 di Kantor Wapres, Jakarta, 28 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Eka Kusna Sila Jaya dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan usai menyampaikan laporan SPT pajak tahun 2017 di Kantor Wapres, Jakarta, 28 Maret 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini kepolisian bisa menangani kerusuhan di Rumah Tahanan Markas Komando atau Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. JK juga meyakini kerusuhan tersebut bukan terkait dengan aksi terorisme dari para tahanan.

    JK memastikan kepolisian masih menangani situasi pasca-kerusuhan hingga saat ini. "Memang ada sedikit keributan di situ, tapi saya yakin polisi dapat menyelesaikan itu," kata JK di kantornya, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

    Baca: Polisi Klaim Sudah Kendalikan Kerusuhan di Mako Brimob

    Pernyataan JK itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, sebagian teroris di Mako Brimob masih dalam tahap pemeriksaan yang belum diadili. "Memang, kalau teroris gabung jadi satu, dia bikin universitas. Kalau dipecah, dia bikin virus," ujarnya.

    JK mempercayakan penanganan kerusuhan kepada kepolisian untuk mengendalikan situasi kerusuhan. Sebab, menurut dia, Korps Brimob adalah pasukan yang dilatih khusus. JK menilai kerusuhan ini tak berkaitan dengan terorisme. "Ya tapi bukan soal terorismenya. Mungkin ada masalah-masalah lain," tuturnya.

    Baca: Kerusuhan Mako Brimob, Humas Mabes Polri: Jangan Termakan Hoax

    Kerusuhan terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa malam, 8 Mei 2018. Sejumlah orang dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut. Kerusuhan ini melibatkan petugas dan narapidana terorisme. Kepolisian masih menyelidiki penyebab utama terjadinya insiden di tahanan narapidana terorisme tersebut.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya masih bernegosiasi dengan tahanan untuk mengembalikan kondisi tahanan Mako Brimob seperti sebelum kerusuhan terjadi. “Kami meyakini situasi dapat kami kendalikan. Upaya kepolisian terus kami lakukan, soft approach, pendekatan terus kami lakukan,” ujar Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.