Fadli Zon Ajak Jokowi Tonton Film 212 The Power of Love

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama wakilnya Fadli Zon nonton bersama film 212 The Power of Love di bioskop Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bersama wakilnya Fadli Zon nonton bersama film 212 The Power of Love di bioskop Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengajak dan menyarankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menonton film 212 The Power of Love yang mulai tayang di bioskop.

    "Jokowi harus nonton lah ini supaya tidak salah paham melulu, hahaha," kata Fadli seusai menonton film tersebut bersama Ketua Umum Prabowo Subianto di Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.

    Baca: Prabowo Bakal Instruksikan Kader Gerindra Nobar Film 212

    Menurut Fadli, dengan menonton film tersebut diharapkan bisa menghilangkan kesalahpahaman yang selama ini terjadi atas aksi 212 yang digelar pada 2 Desember 2016.

    Film 212 The Power of Love bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang bertikai namun akhirnya berdamai dalam aksi damai 212. Sutradara film 212, Jastis Arimba mengatakan dirinya bersemangat membuat film dengan latar belakang aksi damai 212 karena merasa memiliki terhadap peristiwa tersebut. Jastis menilai peristiwa aksi damai 212 merupakan peristiwa sejarah yang penting untuk diabadikan. Ia juga membantah ada kaitan film ini dengan persoalan politik.

    Baca: Prabowo dan Fadli Zon Nobar Film 212 The Power of Love

    Sedangkan, menurut Fadli, film ini memberi pesan dan kesan yang penting bagi umat dan rakyat Indonesia. Pada pekan lalu, Fadli sempat menonton cuplikan film ini selama lima menit. Setelah menonton keseluruhan jalan cerita di film tersebut, Fadli melihat pesan bahwa Islam adalah agama damai dan penuh cinta kasih.

    Bahkan, menurut Fadli, gema peristiwa yang dituangkan film tersebut juga masih terasa sampai sekarang. Apalagi film tersebut juga mengisahkan kekuatan cinta orang tua terhadap agamanya yang mau datang ke Jakarta untuk membela yang benar. "Saya menganjurkan masyarakat bisa menonton film ini di bioskop-bioskop," ujarnya.

    Baca: Sandiaga Sebut Hanya Ada 2 Calon di Pilpres, Jokowi dan Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.