Prabowo Bakal Instruksikan Kader Gerindra Nobar Film 212

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), bergegas seusai menjenguk Pengasuh PP. Al Islah Bondowoso KH  Maksoem yang sedang sakit di RS Delta Surya Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Mei 2018. Prabowo Subianto melakukan safari di sejumlah tempat di Jawa Timur selama empat hari. ANTARA/Umarul Faruq

    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), bergegas seusai menjenguk Pengasuh PP. Al Islah Bondowoso KH Maksoem yang sedang sakit di RS Delta Surya Sidoarjo, Jawa Timur, 3 Mei 2018. Prabowo Subianto melakukan safari di sejumlah tempat di Jawa Timur selama empat hari. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal menginstruksikan semua kader partainya menonton film 212 The Power of Love, yang mulai tayang di bioskop. Prabowo bersama Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menonton bersama pemain film tersebut di Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 8 Mei 2018.

    "Saya akan pesan film ini. Copy-nya akan saya wajibkan (kepada) seluruh anggota Gerindra untuk nonton di semua tempat," kata Prabowo setelah menonton film tersebut. "Nonton bareng kalau perlu, misbar (gerimis bubar) enggak apa-apa."

    Baca: Sutradara: Film 212 The Power of Love Berbicara tentang Keluarga

    Prabowo mengaku menikmati penayangan film tersebut. Menurut dia, film tersebut menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang damai, humanis, dan anti-kekerasan.

    Selain itu, kata Prabowo, film tersebut menceritakan cinta seorang ayah kepada anaknya. "Saya kira itu yang sangat mengharukan. Tim, skenario, sutradara, dan aktor mampu menyampaikan cerita yang sederhana. Dan itu peristiwa yang mengharukan," ujarnya.

    Baca: Prabowo dan Fadli Zon Nobar Film 212 The Power of Love

    Prabowo pun menyebut film tersebut menunjukkan kebersamaan rakyat. Bahkan, kata dia, umat mau jalan kaki bersama ke tempat yang jauh dari Ciamis sampai Jakarta karena berkeyakinan ingin membela agama. "Buat saya, film ini sukses. Harusnya diperbanyak pemutarannya," ucapnya.

    Film 212 The Power of Love bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang bertikai, tapi akhirnya berdamai dalam aksi damai 212. Aksi 212 adalah aksi yang digelar pada 2 Desember lalu 2016 untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama, dipidana atas kasus penistaan agama soal surat Al-Maidah ayat 51.

    Sutradara film 212 The Power of Love, Jastis Arimba, mengatakan bersemangat membuat film dengan latar belakang aksi damai 212 karena merasa memiliki terhadap peristiwa tersebut. Ia menilai peristiwa aksi damai 212 merupakan peristiwa sejarah yang penting untuk diabadikan. Jastis juga membantah ada kaitan film ini dengan persoalan politik.

    Baca: Survei KedaiKOPI: Ini yang Diingat Publik Menyangkut Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.