Bertemu Sandiaga Uno, JK Bantah Bahas Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sesi wawancara mingguan dengan awak media di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 24 April 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sesi wawancara mingguan dengan awak media di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 24 April 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membantah membahas pemilihan presiden dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat bertemu pada pekan lalu di rumah dinasnya. Menurut JK, pertemuan itu lebih banyak menyinggung perkembangan Ibu Kota.

    "Pemilihan presiden tidak (dibahas dalam pertemuan)," kata JK di kantornya pada Selasa, 8 Mei 2018.

    JK mengatakan pertemuan itu digelar atas permintaan Sandiaga sebagai Wakil Gubernur DKI. Saat itu, dia datang menggantikan Gubernur DKI Anies Baswedan yang sedang berada di luar negeri.

    Baca: Wapres JK: Pemilu 2019 Paling Rumit di Dunia

    JK dan Sandiaga duduk bersama membahas perkembangan Ibu Kota. "Ya, tentu juga menyinggung hal umum lainnya," kata JK. Salah satunya persiapan Asian Games 2018. DKI Jakarta bertugas membangun sejumlah fasilitas pertandingan dan bertanggung jawab atas transportasi peserta Asian Games.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Arief Poyuono sebelumnya menyatakan pertemuan JK dan Sandiaga membahas pemilihan presiden 2019. Sandiaga sebagai ketua tim pemenangan meminta JK melepas Anies Baswedan untuk mendukung Prabowo Subianto.

    Baca: JK Minta Polisi Kawal Pilkada Hingga Penghitungan Suara

    JK menuturkan, pernyataan itu tak benar. "Dia kan tidak hadir di situ. Sandi juga mengatakan tidak mau ngomong," katanya.

    Sementara itu, Sandiaga Uno mengaku membahas Prabowo dan Anies ketika bertemu JK. Menurut dia, JK menanyakan Prabowo dan Anies di pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.