Gubernur Olly Bawa Sulut Makin Progresif

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Olly Bawa Sulut Makin Progresif

    Gubernur Olly Bawa Sulut Makin Progresif

    INFO NASIONAL - Sejak hari pertama memimpin Provinsi Sulawesi Utara atau tepatnya 12 Februari 2016, Gubernur Olly Dondokambey berkomitmen mewujudkan seluruh program pembangunan Sulawesi Utara secara bertahap. Dimulai dengan membuat fondasi di tahun pertama dan dilanjutkan dengan tahap percepatan di tahun ke dua.

    Kini, 5 Mei 2018, telah dua tahun tiga bulan Gubernur Olly memimpin provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai itu. Olly tetap konsisten menunjukkan kinerja dan berkarya bagi masyarakat Sulut, sebagai pengemban amanah rakyat untuk membawa Sulut semakin progresif di berbagai bidang.

    Misalnya dalam urusan pariwisata, Olly menuturkan, upaya pengembangan pariwisata semakin diperlebar melalui promosi pariwisata ke mancanegara dan keikutsertaan dalam berbagai pameran promosi, yang berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara. Di 2017,  jumlah wisatawan mancanegara mencapai hampir 100 ribu orang, dan wisatawan nusantara 1.698.523 orang. 

    "Hal ini, memicu berkembangnya usaha sarana penunjang seperti jumlah hotel berbintang mencapai 38 hotel, dan hotel non bintang mencapai 325 hotel," ujarnya.

    Adapun dalam urusan penanaman modal, Olly menerangkan peningkatan signifikan investasi PMA dan PMDN dibandingkan target RPJMD, yakni 346 proyek dengan nilai yang ditargetkan sebesar Rp 2,5 triliun. 

    "Sedangkan dalam realisasi kita mampu mencetak angka spektakuler, yakni sebesar Rp 7,93 triliun atau mencapai 317,44 persen dari target," tuturnya.

    Berkembangnya sektor pariwisata serta meningkatnya nilai investasi PMA dan PMDN, berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Sulut. Olly menuturkan, perekonomian Sulawesi Utara 2017 tumbuh sebesar 6,32 persen, meningkat sebesar 0,15 persen dibandingkan 2016 yang berada pada 6,17 persen.

    Angka kemiskinan juga mampu ditekan sebesar 0,3 persen dari angka 8,20 persen pada 2016 menjadi 7,9 persen di 2017, diikuti oleh angka pengangguran sebesar 6,20 persen di 2016 berkurang menjadi 6,18 persen pada 2017. Untuk inflasi, turun dari 3,31 persen di 2016, menjadi 2,44 persen di 2017. Sebaliknya, pada bidang investasi mengalami kenaikan signifikan dari Rp 4,5 triliun di 2016, naik menjadi Rp 6 triliun pada 2017.

    Sementara itu, dalam bidang pendidikan, Gubernur Olly menyebutkan berbagai kemajuan dan prestasi yang telah dicapai antara lain Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SD 106,09%, SMP 106,93%, dan SMA 88,22%. Angka Partisipasi Murni (APM) SD 89,93%, SMP 76,19% , dan SMA 61,97%. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12%, usia 13-15 tahun sebesar 88,50%, dan usia 16-18 tahun sebesar 68,52%. Angka putus sekolah untuk tingkat SD 0,13%, SMP 0,37%, dan SMA 0,08% serta SMK 0,40%. Angka Melek Huruf sebesar 99,63%, atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37%, dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100% kelulusan, SMP 99,99%, SMA 99.97%, SMK 99,96%.         

    "Angka tersebut menjadi cerminan keberhasilan kinerja kita dalam aspek pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan," ungkapnya.

    Keberhasilan pembangunan ini membuat Sulut berhasil meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat atau pihak swasta. Seperti penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (KIHAJAR) 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan dan kebudayaan. Penghargaan dari Kementerian PU-PR, karena telah berkontribusi dalam memberikan kemudahan layanan perizinan dalam pembangunan perumahan. Penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dari Kemendagri, karena berhasil menjamin kebebasan hak sipil. Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), karena berhasil menciptakan rekor sebagai sebagai gubernur pertama di Indonesia yang mengajar melalui siaran langsung ke siswa terbanyak. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.