Jokowi Terima Kunjungan PM Cina Li Keqiang di Istana Bogor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang dalam upacara penyambutan di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang dalam upacara penyambutan di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Ini merupakan kunjungan perdana Li ke Indonesia sebagai Perdana Menteri Cina setelah dilantik pada 2013.

    Li tiba di Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 10.30. Ia disambut dan dikawal pasukan berkuda dari satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta personel Paspampres yang mengenakan pakaian adat dari semua provinsi di Indonesia.

    Baca juga: Luhut Apresiasi Karikatur Jokowi Kontra "Cina"

    Presiden Jokowi, yang sejak pukul 10.00 sudah menunggu Li, segera menyambutnya di halaman depan Istana Kepresidenan. Pertemuan mereka diiringi tabuhan kendang dan ratusan pelajar sekolah dasar berpakaian adat sambil memegang bendera Indonesia dan Cina.

    Jokowi dan Li mengikuti acara upacara penyambutan tamu negara di halaman depan Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi lalu mengajak Li ke halaman belakang Istana untuk menanam pohon kamper (Dryobalanops lanceolata).

    Setelah berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Li menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta.

    Dilansir dari Antara, selama berada di Indonesia, Li rencananya mengunjungi Sekretariat ASEAN dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-Tiongkok. Saat berada di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Li sekaligus menghadiri perayaan HUT ke-15 hubungan kemitraan strategis Tiongkok bersama dengan ASEAN.

    Baca juga: Staf Kepresidenan Sebut 3 Isu Hoax yang Sering Menyerang Jokowi

    Selain itu, Li rencananya membahas tindak lanjut inisiatif jalur sutra maritim abad ke-21 atau Belt and Road bersama dengan Indonesia. Ia juga akan membahas proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung dan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan Indonesia-Tiongkok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.