Kantor di Semarang Didatangi Brimob, Begini Tanggapan Gerindra

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DPP Partai Gerindra di kawasan Jakarta Selatan dipadati warga dan pendukung Anies-Sandi, Rabu, 19 April 2017. Tempo/Azalia Ramadhani

    DPP Partai Gerindra di kawasan Jakarta Selatan dipadati warga dan pendukung Anies-Sandi, Rabu, 19 April 2017. Tempo/Azalia Ramadhani

    TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyesalkan patroli anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang mendatangi kantor DPC Gerindra Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 4 Mei 2018. Ia menilai kedatangan anggota kepolisian itu sebagai bentuk ketidaknetralan aparat negara.

    Ngaku-nya patroli, tapi nanya soal kaus #2019GantiPresiden. Ini menunjukkan aparat terindikasi mulai tidak netral,” kata Andre lewat pesan pendek kepada Tempo, Ahad, 6 Mei 2018.

    Sebanyak 12 anggota Brimob Polda Jawa Tengah mendatangi sekretariat Gerindra Semarang. Andre menyebut anggota kepolisian itu sempat menanyakan soal kasus #2019GantiPresiden.

    Baca: Gerindra Yakin 90 Persen PAN Akan Gabung Dukung Prabowo

    Menurut Andre, kedatangan Brimob itu membuat pegawai sekretariat takut. Apalagi tidak ada baju yang mereka cari. Sebab, di sekretariat DPC Gerindra hanya ada kaus calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diusung Gerindra, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziah. “Kalau hanya patroli kenapa nanyai kaus #2019GantiPresiden," ujarnya.

    Selain itu, Gerindra meminta penjelasan kepada pihak kepolisian mengenai tujuan patroli ke kantor partai berlambang kepala garuda itu. Gerindra menganggap ada perlakuan yang tidak adil dari polisi. “Memperlakukan kami seperti orang bermasalah. Apakah partai lain diperlakukan seperti ini? Didatangi Brimob bersenjata lengkap juga,” kata dia.

    Baca: Gerindra: Tak Ada Urgensi Majukan Masa Pendaftaran Pilpres

    Menurut Andre, jangan sampai polisi sebagai abdi negara dipandang tidak adil. Bahkan, terlihat ada indikasi keberpihakan. Selain itu, jangan sampai muncul kecurigaan masyarakat bahwa Polri bisa digunakan untuk kepentingan politik.

    “Nanti ada kecurigaan bahwa dalam menghadapi pileg 2018 dan pilpres 2019, Polri terindikasi tidak netral. Ada urusan apa polisi dengan kaus #2019GantiPresiden," kata Andre.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto memberikan penjelasan bahwa kedatangan anggota Brimob ke Gerindra adalah patroli biasa. Ia membantah adanya tindakan anggota yang menanyakan soal keberadaan kaus #2019GantiPresiden.

    Setyo juga mengatakan kedatangan anggota Brimob bukan hanya di kantor Gerindra, melainkan semua sekretariat partai di sana. “Kantor Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu juga kami datangi. Jadi patroli biasa,” katanya.

    Baca: PKS Teken Dukungan ke Gerindra Gulirkan Pansus TKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.